Jember – Lonjakan kasus campak di Kabupaten Jember yang mencapai 119 kasus mendapat perhatian serius dari Komisi D DPRD Jember. DPRD meminta seluruh puskesmas bersama Dinas Kesehatan melakukan berbagai terobosan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, mengatakan upaya penanganan campak tidak selalu membutuhkan anggaran besar, melainkan penguatan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Harapan kami setelah RDP ada inisiatif-inisiatif yang dilakukan dinas kesehatan dan juga puskesmas, karena ini saya lihat tidak membutuhkan anggaran yang besar,” kata Indi, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, langkah yang perlu diperkuat adalah komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat, RT/RW, hingga kader posyandu. Ia juga mencontohkan inovasi yang dilakukan Puskesmas Kencong dengan mendirikan pos-pos pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.

“Yang penting komunikasi secara intens dengan tokoh masyarakat, RT-RW, kader posyandu, bahkan mendirikan pos-pos seperti Puskesmas Kencong. Terlebih kader posyandu juga diberikan kompensasi oleh Pemkab, sehingga bisa dikomunikasikan dengan baik,” sambungnya.

Ke depan, Indi berharap tidak ada lagi lonjakan kasus campak hingga mencapai ratusan kasus seperti saat ini. Komisi D DPRD Jember, kata dia, juga siap turun langsung ke lapangan untuk membantu edukasi kepada masyarakat.

“Kami harap tidak ada lagi laporan campak di Jember yang sampai meledak seperti ini. Kami juga minta update apa yang sudah dilakukan. Bahkan bila diperlukan, kami siap turun langsung ke lapangan untuk ikut memberikan edukasi,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga meminta Kepala Dinas Kesehatan Jember menginstruksikan seluruh kepala puskesmas agar aktif membuat inovasi dan langkah pencegahan di wilayah masing-masing.

“Jadi mohon Kadinkes memerintahkan seluruh kepala puskesmas tanpa terkecuali untuk melakukan terobosan-terobosan,” pintanya.

Selain itu, Indi mengajak seluruh stakeholder ikut terlibat memberikan edukasi kepada masyarakat agar mendukung program imunisasi demi mencegah penyebaran campak. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren