Kediri – Pagelaran seni budaya “Inspiration Art of Tegowangi” kembali menyihir ribuangan pasang mata, di Candi Tegowangi, Sabtu (9/5/2026) malam. 

Memasuki tahun keempat, event tahunan ini sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat melalui ragam pertunjukan yang memadukan tradisi dan kreativitas dari Flying Star Dance, Pelawak Joni Sukro, Sekartaji Kontemporer, dan Kidungan, sehingga menarik dan menghibur. 

Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan bahwa Bumi Panjalu memiliki akar peradaban dan budaya yang kuat sejak masa lampau.

“Kediri bukan yang baru belajar tentang budaya jauh sebelum kita mengenal kata pembangunan, leluhur kita sudah meninggalkan jejak peradapan melalui candi, cerita, tari, filosofi dan hidup yang hingga kini masih kita rawat bersama, termasuk dalam hal ini karya-karya sastra kita,” ujar Asisten II Setda Kabupaten Kediri Sonny Subroto Maheri Laksono.

Menurut Sonny, pertunjukan seni dengan latar belakang candi menjadi simbol tersambungnya dialog antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. 

Ia menegaskan tagline “Kediri Berbudaya” bukan sekadar slogan, melainkan gaya hidup masyarakat yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

“Harapannya anak-anak muda, gen Z, apalagi gen Alpha yang mungkin saat ini masih duduk di sekolah, bisa diajak untuk melihat gelar seni, melihat kekayaan-kekayaan budaya. Mungkin saat ini kita masih suka dan mampu untuk merawat kesenian dan kebudayaan. Tetapi hal ini tidak dibiasakan, tidak dibudayakan, bisa jadi anak-anak kita sudah tidak tahu lagi siapa sebenarnya leluhurnya,” katanya.

Sonny juga menyoroti pentingnya budaya sebagai fondasi pembangunan daerah. Di tengah berbagai lompatan pembangunan, termasuk beroperasinya Bandara Dhoho Kediri dengan rute penerbangan Kediri–Surabaya, budaya tetap menjadi identitas utama Kabupaten Kediri.

“Ini bukan hanya soal penerbangan, tetapi tentang pembukaan pintu agar Kediri semakin dikenal. Pintu agar sejarah dan kebudayaan kita semakin mudah diakses. Pintu agar orang datang ke Kediri bukan hanya untuk singgah, tetapi untuk mengalami, merasakan denyut seni, tradisi, dan keramahtamahan masyarakatnya,” terangnya. 

Selain menjadi ruang ekspresi para seniman, pagelaran Art of Tegowangi juga dinilai dapat memberi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.

Sonny berharap event seni budaya seperti ini terus diperkuat secara konsisten hingga mampu menjadi destinasi budaya unggulan seperti pertunjukan seni di Bali maupun Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan, tahun ini Art of Tegowangi sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1.222.

“Kebetulan tahun ini, ini juga memperingati hari jadi Kabupaten Kediri ya, 1.222. Antusiasme penonton luar biasa, jadi saya terima kasih. Tentu ini menjadi pemantik bangkit kami agar ke depan lebih baik lagi,” katanya.

Lebih lanjut Mustika menjelaskan, tema utama yang diangkat tahun ini masih berkisah tentang Sudamala. Namun, kisah tersebut dikemas dalam bentuk fragmen drama kolosal dengan sentuhan kreativitas berbeda dari para sanggar seni. 

Menurut Mustika, pemilihan Candi Tegowangi sebagai lokasi pertunjukan dilakukan untuk memperkenalkan situs sejarah sekaligus menghadirkan nuansa pertunjukan yang lebih sakral dan estetik.

“Jadi kita perkenalkan dan pertunjukan di sini kalau dengan latar belakang candi ini sangat luar biasa karena candi sudah bagus. Ada pementasan di sini, saya kira dari semua pertunjukannya akan semakin sakral. Semakin sakral, karena memang di sini eksotis, sangat-sangat estetik juga, sehingga setiap pertunjukannya bisa lebih hidup,” jelasnya. 

Salah satu pengunjung asal Pare, Fenty, mengaku sangat puas dengan pertunjukan Art of Tegowangi tahun ini. Ia juga selalu menantikan event tersebut setiap tahun.

“Art of Tegowangi itu setiap tahun bagus sih. Ada saja, beda sama yang tahun kemarin, beda-beda. Bagus sih ini. Cuma enggak menampilkan tarian begitu banyak, tapi drama kolosalnya bagus juga,” ungkapnya.

Art of Tegowangi dipastikan tetap menjadi agenda tahunan Kabupaten Kediri dan akan terus dikembangkan di berbagai lokasi wisata budaya lainnya.

“Jadi memang ini agenda tahunan. Nanti kalau ada event-event lain, kita bukan di Art of Tegowangi, kita ambil tema yang lain, mungkin tidak di sini, karena kita punya tempat-tempat yang lain lebih bagus,” tandas Mustika. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren