Surabaya – Beragam elemen masyarakat turun ke jalan dalam aksi demonstrasi bertajuk Rakyat Surabaya Menggugat yang digelar di Taman Apsari, tepat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (15/6/2026).

Aksi yang diinisiasi sejumlah kelompok masyarakat sipil itu diikuti berbagai kalangan, mulai dari pedagang asongan, pedagang keliling, pengemudi ojek online (ojol), hingga ibu rumah tangga. Mereka menyuarakan keresahan atas sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak pada kehidupan masyarakat kecil.

Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya, mengatakan aksi tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka sekaligus mengonsolidasikan gerakan rakyat.

“Ini bagian respons kami, respons rakyat Surabaya dalam gerakan rakyat Surabaya yang tentunya kita harapkan bisa ada aksi ke depannya yang lebih masif lagi. Hari ini mungkin aksi sebagai pembuka dan untuk aksi-aksi ke depan yang lebih masif lagi,” ujar Ikhsan.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai poster dan spanduk berisi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Mereka juga secara bergantian menyampaikan orasi di hadapan peserta aksi dan masyarakat yang melintas.

Massa menyampaikan delapan tuntutan yang mereka nilai perlu menjadi perhatian pemerintah. Tuntutan tersebut meliputi pencabutan UU Polri 2026, pencabutan UU TNI 2025, mengembalikan militer ke barak, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menghentikan program Koperasi Desa Merah Putih, menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta menghentikan eksploitasi sumber daya alam.

Salah satu peserta aksi, Nyono (56), pedagang asongan yang sehari-hari berjualan di Surabaya, mengaku kondisi ekonomi saat ini semakin berat bagi masyarakat kecil.

“Nyari uang Rp100 ribu susah banget. Sehat-sehat ya Allah,” ucapnya.

Menurut Nyono, meningkatnya kebutuhan hidup tidak selalu sebanding dengan pendapatan yang diperoleh masyarakat sektor informal. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi warga kecil yang menggantungkan hidup dari hasil berdagang dan pekerjaan harian. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren