Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo dinilai sukses dalam mengendalikan laju inflasi daerah hingga mendapatkan apresiasi langsung dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antarinstansi yang kuat serta masifnya pelaksanaan operasi pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Apresiasi juga datang dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri gelaran pasar murah ke-76 di Sentral UMKM glaser Kota Probolinggo. Senin (8/6/2026).

Khofifah menekankan bahwa program intervensi seperti pasar murah sangat penting sebagai bantalan atau pelapis ekonomi masyarakat yang sejalan dengan kebijakan kepala daerah.

“Harapannya kita bisa meluaskan penjangkauan ini sifatnya outreach, ya. Harapannya juga kita bisa melakukan stabilisasi harga dan pelapisan dengan apa yang dilakukan Wali Kota,” ujarnya.

Khofifah secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada Wali Kota Probolinggo atas pencapaian gemilang di tingkat nasional tersebut. 

Menurutnya, kombinasi antara kebijakan taktis pemerintah kota dan pelaksanaan pasar murah yang konsisten merupakan bentuk perlindungan ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat.

Sebelumnya, Wali Kota Probolinggo mengungkapkan bahwa komunikasi dan koordinasi yang baik antarinstansi terkait menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan inflasi. 

Kota Probolinggo sempat mencatatkan angka inflasi yang cukup tinggi di akhir Desember, bahkan menempati peringkat kedua dan ketiga tertinggi di Jawa Timur.

“Di akhir Desember, inflasi kita cukup tinggi di angka 4,1 bahkan sempat menyentuh 4,5 persen. Menyikapi hal itu, kami segera menggelar rapat koordinasi dan menggalakkan operasi pasar hingga dua sampai tiga kali dalam seminggu,” jelas Wali Kota.

Langkah agresif tersebut membuahkan hasil positif. Memasuki akhir Februari, angka inflasi mulai melandai ke tingkat 3,5 persen, kemudian turun lagi menjadi 3,1 persen. Bahkan, dalam penilaian tim pusat, inflasi bulanan (month-to-month) Kota Probolinggo mampu ditekan hingga mencapai 0,3 persen, menjadikannya salah satu yang terbaik di Indonesia.

Menanggapi tantangan ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar dolar yang sempat menembus angka Rp18.000, Wali Kota menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi. 

Pemkot Probolinggo telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memantau secara ketat pergerakan harga barang-barang yang berpotensi menyumbang inflasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salah satu pemicu utama tingginya inflasi di akhir tahun lalu adalah melonjaknya harga emas. Sebagai pusat perbelanjaan bagi warga di sekitar wilayah Probolinggo, aktivitas transaksi emas di kota ini sangat tinggi. 

Namun, kondisi saat ini dinilai lebih stabil karena harga emas justru mengalami deflasi, yang turut membantu menyeimbangkan laju inflasi daerah.

Melalui konsistensi program pasar murah yang telah memasuki pelaksanaan ke-76 ini, Pemkot Probolinggo berkomitmen memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat luas. 

Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran daerah untuk terus mempertahankan stabilitas harga pangan dan komoditas utama di masa mendatang. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren