Kediri – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri memastikan tidak ada kasus Hantavirus di Bumi Panjalu. Masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Insya Allah wilayah kita Jawa Timur aman, Kediri juga aman. Dan memang awal penularan virus ini kan di luar negeri.

Tapi tetap kita, karena di daerah kita banyak tikus, ya otomatis kita tidak ada salahnya semua masyarakat untuk melakukan kewaspadaan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, Jumat (22/5/2026). 

Lebih lanjut Khotib menjelaskan, Hantavirus merupakan penyakit yang penularannya berkaitan dengan tikus sebagai media penyebar. Penularan dapat terjadi melalui paparan urin, air liur, maupun lingkungan yang terkontaminasi. 

“Kita bisa digigit tikus kalau kita kurang menjaga kebersihan diri. Misalnya, tangan kita habis makan, tidak cuci tangan, pakai sabun, otomatis bau makanan yang disukai oleh tikus sehingga merangsang tikus untuk menggigit dan sebagainya atau juga kita tidak menutup tempat air, ya terutama air untuk mencuci dan yang tidak dimasak, tentunya harus kita jaga supaya itu harus kita ubah,” jelasnya.

Menurutnya, langkah sederhana seperti menjaga kebersihan rumah, menutup tempat penampungan air, mencuci tangan, serta menghindari penumpukan barang yang dapat menjadi sarang tikus menjadi upaya penting untuk pencegahan.

Informasi yang dihimpun, Hantavirus berasal dari luar negeri. Kasus ini mencuat setelah adanya beberapa awak kapal yang terjangkit virus tersebut. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Bambang Triyono Putro menambahkan, dalam hal ini pihaknya juga terus melakukan pemantauan rutin terhadap potensi penyakit menular melalui seluruh jaringan puskesmas.

Menurutnya, sistem surveilans dilakukan secara mingguan untuk memantau tren penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

“Itu dipantau setiap minggu. Kemudian kalau ketemu harus dilaporkan dalam waktu 24 jam ke Dinas Kesehatan, itu. Yang kedua, kita sosialisasi ke masyarakat. Berdasarkan dari surat edaran Kementerian Kesehatan beberapa waktu yang lalu, seminggu yang lalu ada surat edaran di mana kewaspadaan terkait dengan hanta virus ini,” jelasnya.

Bambang melanjutkan, gejala awal Hantavirus umumnya tidak spesifik dan dapat menyerupai influenza, seperti demam, pusing, nyeri otot hingga gangguan pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung panik apabila mengalami gejala flu biasa. 

Namun, apabila keluhan tidak membaik atau terdapat faktor risiko seperti paparan lingkungan yang banyak tikus, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, masyarakat diimbau tetap menjaga daya tahan tubuh, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya.

“Terus untuk pekerja yang ada di sawah, itu kan juga harus pakai alat pelindung dirilah kalau bisa, supaya tidak kontak dengan tikus dan kotorannya, urin, air liur dan lain sebagainya. Sehingga perilaku hidup bersih dan sehat, kuncinya adalah seperti itu sebetulnya,” imbuhnya. 

Dengan pengawasan yang berjalan dan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat, Dinkes berharap Kabupaten Kediri tetap berada dalam kondisi aman dari potensi penyebaran Hantavirus. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren