Kediri – Riuh tawa anak-anak pecah di area Kediri Town Square (Ketos), saat menyaksikan pertunjukan Dalang Kompol Bowo Wicaksono, Kamis (4/6/2026). Lewat wayang kardus, Kapolsek Kediri Kota itu ingin mengedukasi pentingnya makanan bergizi untuk anak-anak.
Dalamg Bowo menampilkan tokoh utama seorang anak bernama Billy, sosok yang dekat dengan keseharian mereka. Melalui cerita sederhana namun sarat pesan, Billy digambarkan sebagai anak yang tidak suka makan sayur dan buah-buahan. Kebiasaan buruk itu membuat Billy sering sakit-sakitan dan tidak bisa bermain dengan teman-temannya secara leluasa. Alur cerita yang ringan dan penuh humor membuat 150 siswa TK Kemala Bhayangkari 41 dan 42 Kediri langsung larut mengikuti jalannya pertunjukan.
“Kita ingin memberikan edukasi untuk anak-anak lewat cara yang seru dan menyenangkan,” kata Bowo.
Pertunjukan wayang edukatif yang dibawakan oleh Dalang Bowo ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-74 yang digelar Polres Kediri Kota bersama Bhayangkari. Dengan memadukan unsur budaya dan pendidikan, pesan tentang pentingnya pola makan sehat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak.
Dalam salah satu adegan, Billy didatangi tokoh wayang yang berbentuk sayuran dan buah-buahan. Karakter-karakter tersebut mengajak Billy untuk mulai menyukai makanan sehat agar tubuhnya menjadi kuat dan tidak mudah terserang penyakit. Setelah melalui berbagai percakapan yang mengundang gelak tawa penonton, Billy akhirnya memutuskan untuk mencoba makan sayur dan buah.
Puncak cerita terjadi ketika muncul sosok raksasa besar bertuliskan “Penyakit”. Raksasa itu digambarkan sebagai ancaman yang siap memangsa Billy. Kemunculannya sontak membuat para siswa berteriak dan memberikan berbagai reaksi lucu. Namun di saat yang sama, hadir pula raksasa berwarna putih yang melambangkan makanan sehat dan bergizi.
Raksasa putih tersebut datang untuk melindungi Billy. Tokoh itu digambarkan memperoleh kekuatan dari kebiasaan mengonsumsi sayur dan buah yang mulai diterapkan Billy. Adegan pertarungan antara raksasa penyakit dan raksasa makanan sehat pun menjadi bagian paling menarik dalam pertunjukan. Anak-anak tampak antusias memberikan dukungan kepada sang raksasa putih yang mereka anggap sebagai pahlawan.
Sorak-sorai semakin meriah ketika raksasa putih berhasil mengalahkan raksasa penyakit. Kemenangan itu menjadi simbol bahwa tubuh yang mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi akan lebih kuat dalam melawan berbagai penyakit.
“Pesannya sederhana, kita sampaikan dengan bahasa visual yang mudah dipahami oleh anak-anak usia dini,” tambahnya.
Sesekali dia juga mengajak para siswa berinteraksi secara langsung. Anak-anak tampak berebut mengangkat tangan saat diminta menyebutkan jenis sayuran dan buah-buahan yang mereka ketahui. Suasana belajar yang biasanya berlangsung di ruang kelas berubah menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus berkesan.
Selain menyaksikan pertunjukan wayang edukatif, para siswa juga mengikuti lomba mewarnai yang digelar di lokasi yang sama. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas sekaligus melatih kemampuan motorik halus sejak usia dini. Dengan penuh semangat, para peserta terlihat fokus menyelesaikan gambar yang telah disiapkan panitia.
Melalui pendekatan yang kreatif dan dekat dengan dunia anak, peringatan Hari Bhayangkara ke-74 kali ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Kisah Billy, sayur dan buah-buahan, hingga pertarungan melawan raksasa penyakit menjadi cara unik untuk menanamkan pemahaman bahwa kebiasaan makan sehat bukan hanya membuat tubuh lebih kuat, tetapi juga menjadi “pahlawan” yang melindungi anak-anak dari berbagai penyakit sejak usia dini. (AB)




Tinggalkan komentar