Kediri – Kota Kediri dipilih oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Program Perkemahan Wirakarya 2025 yang fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan, salah satunya rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Wakil Ketua I Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Jawa Timur, Arumi Bachsin, mengatakan Kota Kediri merupakan satu dari empat daerah yang terpilih menjadi lokasi pelaksanaan program tahun ini bersama Kota Malang, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Trenggalek.

“Jadi Kota Kediri adalah salah satu dari empat kota dan kabupaten di Jawa Timur yang tahun ini menjadi tuan rumah tempat diadakannya program em pembenahan rumah tidak layak huni. Ada Kota Kediri, Kota Malang, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Trenggalek. Nah, jumlahnya masing-masing kabupaten kota itu berbeda-beda sesuai dengan kesanggupan dan swasembada masing-masing,” katanya saat ditemui pada kegiatan kunjungan lokasi RTLH di Kota Kediri, Rabu (3/6/2026). 

Menurut Arumi, program Perkemahan Wirakarya menjadi salah satu upaya untuk membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi dan meningkatnya kecenderungan individualisme di kalangan anak-anak dan remaja. 

“Kami senang ketika kita ke sini bukan senang disambutnya, tetapi senang melihat respon positif bahwa program yang sebetulnya ini adalah program dari Kak Arum yang luar biasa, bahkan dari periode sebelumnya yang terus secara konsisten karena kita melihat kebermanfaatan baik bagi masyarakat langsung ataupun kebermanfaatan untuk proses ya kakak-kakak atau adik-adik yang ada di Pramuka sendiri karena ada life skill di situ, ada gotong royong di situ, ada kepedulian di situ,” jelasnya. 

Lebih lanjut Arumi menjelaskan, proses penentuan penerima bantuan dilakukan melalui verifikasi ketat agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Dalam program tersebut, anggota Pramuka akan dilibatkan secara langsung dalam proses pembenahan rumah warga yang masuk kategori renovasi ringan, sedang hingga berat, dengan tetap berada dalam pengawasan dan supervisi yang sesuai.

“Uniknya adalah kita melibatkan kakak-kakak di Pramuka, adik-adik Pramuka untuk terlibat langsung secara teknis, tentu di dalam supervisi untuk membantu pembenahan baik rumah yang masuk kategori renovasi ringan, renovasi sedang, ataupun renovasi berat. Nah, semua kita pilih dengan sistem yang cukup ketat, kita memastikan yang menerima memang layak dan kondisi rumah aslinya juga layak. Itu salah satu tujuan kami dari Kwarda dipimpin oleh saya sama teman-teman di Bina Muda,” terangnya. 

Sementara itu, Wali Kota Kediri yang sekaligus sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Kediri  Vinanda Prameswati menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kediri.

“Tentunya kami juga ingin menyampaikan terima kasih karena Kota Kediri ini telah dipilih untuk menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni sebanyak tiga rumah. Nah, ini kesempatan yang baik bagi kami dan ini menunjukkan bahwa kepramukaan ini langsung action, langsung memberikan kontribusi kepada masyarakat khususnya Kota Kediri,” ujarnya Rabu (3/6/2026). 

Menurut Vinanda, kegiatan Perkemahan Wirakarya menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai kepemimpinan, gotong royong, serta kepedulian sosial kepada generasi muda.

Ia menilai keterlibatan anggota Pramuka dalam pembangunan rumah warga akan menjadi pengalaman berharga sekaligus pembelajaran langsung tentang pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan yang sangat baik karena saya melihat di sini kepramukaan ingin melatih jiwa-jiwa kepemimpinan kepada generasi penerus, kemudian ingin melatih jiwa-jiwa gotong royong serta ingin meningkatkan kepedulian sosial kepada generasi penerus,” jelasnya. 

Kota Kediri sendiri memperoleh alokasi bantuan untuk tiga rumah yang seluruhnya masuk kategori renovasi berat. Ketiga lokasi tersebut berada di Kelurahan Rejomulyo, Kelurahan Ngampel, dan Kelurahan Bangsal.

Ketua Harian Kwarcab Kota Kediri, Adi Sutrisno, menjelaskan pengerjaan RTLH dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2025 dengan melibatkan anggota Pramuka dari berbagai tingkatan.

“Kemudian nanti APBD kota ada 200 titik. APBD kota senilai Rp35 juta sama dengan Kwarda Jatim,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan RTLH, Jumilah (60), warga Kelurahan Bangsal, mengaku bersyukur rumahnya menjadi salah satu sasaran program.

“Alhamdulillah senang sekali dikunjungi Bu Wali dan Mbak Arumi. Rumah saya nanti akan diperbaiki atap, kamar mandi, dapur dan lantainya. Terima kasih banyak atas bantuannya,” tuturnya.

Selain program RTLH, Kwarcab Kota Kediri juga terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui budidaya lele dan tanaman produktif yang dikelola anggota Pramuka sebagai bagian dari pembelajaran kemandirian dan produktivitas generasi muda. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren