Probolinggo – Penjualan bunga sedap malam untuk ziarah kubur di sejumlah pasar tradisional Kota Probolinggo, masih cukup sepi. Meski hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan harga seperti tahun-tahun sebelumnya atau momentum hari besar keagamaan lain.

Salah seorang pedagang bunga di kawasan Pasar Baru Kota Probolinggo, Wanto, mengungkapkan bahwa harga jual bunga sedap malam hingga saat ini masih sama dengan hari-hari biasa. 

Untuk satu ikat bunga sedap malam yang berisi tiga batang, dijual dengan kisaran harga Rp5.000 hingga Rp7.000.

“Harga kulakannya belum ada kenaikan dari petani. Biasanya, kalau sudah memasuki H-7 jelang Idul Adha harga sudah mulai merangkak naik karena banyak yang cari. Tapi untuk tahun ini kondisinya berbeda, harga di tingkat agen masih sangat normal,” ujar Wanto saat ditemui di lapaknya, Jumat (22/5/2026).

Wanto menambahkan bahwa kondisi pasar menjelang idul adha tahun ini terbilang cukup kontras jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. 

Ia mengenang, pada momentum Idul Adha tahun lalu, harga komoditas bunga hias beraroma khas ini sempat meroket drastis hingga menyentuh angka Rp20.000 per ikat akibat terbatasnya pasokan.

Stabilnya harga bunga sedap malam kali ini dipicu oleh pasokan yang melimpah dari tingkat petani serta tingkat permintaan pasar yang belum signifikan. 

Karena stok dari daerah produsen mengalir lancar dan jumlah pembeli di pasar masih tergolong sepi, hukum pasar membuat harga eceran tetap bertahan di angka normal.

Meski demikian, Wanto memprediksi situasi ini masih bisa berubah mendekati hari perayaan. Ia memperkirakan lonjakan harga baru akan terjadi saat memasuki H-3 lebaran.

“Hari ini harganya masih Rp5.000 per ikat. Namun, tidak menutup kemungkinan pas H-3 nanti akan ada kenaikan seiring meningkatnya permintaan warga yang mepet membeli untuk kebutuhan ziarah makam,” imbuhnya.

Kondisi harga yang landai ini juga diakui oleh salah satu pembeli setianya, Nani. Menurut perempuan paruh baya tersebut, karakteristik fluktuasi harga menjelang Idul Adha memang cenderung tidak se-ekstrem saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Harganya masih normal, tidak terpengaruh momentum Iduladha. Berbeda sekali kalau menjelang Idulfitri, harga per ikatnya bisa langsung tembus Rp20.000 karena saking banyaknya orang yang berburu bunga untuk dipajang di ruang tamu,” katanya.

Nani mengaku sangat bersyukur dengan stabilnya harga bunga sedap malam saat ini. 

Bagi Nani dan sebagian masyarakat Probolinggo, harga yang bersahabat ini menjadi berkah tersendiri karena mereka tetap dapat merawat tradisi ziarah ke makam keluarga jelang hari raya tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren