Kediri – Superman is Dead (SID) hingga The Jansen bakal meramaikan konser musim Festival Teknik (Festik) 2026 yang digelar Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kabupaten Kediri, Juni mendatang.

Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Sulistiono, menjelaskan memasuki penyelenggaraan tahun keempat, Festik 2026 bukan sekadar konser hiburan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa sekaligus sarana promosi yang terbukti efektif memperkenalkan dunia teknik kepada masyarakat luas.

“Jadi yang melatarbelakangi dari Festik ini, yang pertama adalah ini untuk melatih mahasiswa ya, untuk menyelenggarakan suatu event yang otomatis akan melatih mahasiswa untuk bertanggung jawab, berkolaborasi, kemudian untuk disiplin dan terbuka. Yang kedua, terus terang kami dengan kegiatan festik ini sebagai sarana promosi untuk menjaring calon mahasiswa baru, khususnya di Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer,” katanya dalam press conference Festik 2026 di aula UNP, Kamis (21/5/2026). 

Menariknya, lanjut Sulistino, penyelenggaraan Festik sejak tahun pertama hingga kini sepenuhnya dikelola oleh mahasiswa. Fakultas dan universitas berperan sebagai pendamping dan pengarah, sementara seluruh proses pelaksanaan hingga laporan pertanggungjawaban berada di tangan panitia mahasiswa.

Model tersebut dinilai berhasil membentuk pengalaman organisasi yang lebih nyata sekaligus meningkatkan rasa kepemilikan mahasiswa terhadap kegiatan kampus.

Menurut Sulistiono, selain menjadi ajang pengembangan soft skill, Festik juga berkembang menjadi media promosi yang efektif bagi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Antusiasme masyarakat yang tinggi pada penyelenggaraan sebelumnya menjadi indikator keberhasilan tersebut.

“Karena terus terang di tahun-tahun kemarin ya, penontonnya sungguh luar biasa, membludak. Saya kurang tahu persis berapa ya, sekitar 8.000 lebih tapi, sampai 8.000 lebih penontonnya dari tiket yang terjual dan itu merupakan sarana promosi yang efektif menurut saya,” ujarnya. 

Sementara itu, Penanggung Jawab Festik 2026, Erik Setia Wibowo, menjelaskan bahwa panitia melakukan sejumlah evaluasi berdasarkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Salah satu fokus utama tahun ini adalah penataan ulang layout venue. 

Jika sebelumnya menggunakan dua akses masuk, kini hanya akan digunakan satu gate utama agar alur pengunjung menuju tenant dan area acara menjadi lebih nyaman. Selain itu, aspek keamanan dan kesehatan juga diperkuat.

“Yang tak kalah pentingnya juga, di mana di setiap event pasti ada berita kehilangan, ya.

Di tahun ini juga kita siapkan untuk penitipan barangnya nanti,” imbuhnya.

Erik menambahkan, persiapan Festik 2026 telah dimulai sejak Desember dan saat ini progresnya telah mencapai sekitar 80–90 persen.

Menurutnya yang berbeda dengan tahun sebelumnya, Festik 2026 menghadirkan konsep yang lebih berwarna dengan menghadirkan beberapa guest star di antaranya Superman is Dead (SID), Luka Negara, The Jeblogs, The Jansen yang diharapkan mampu menarik audiens lintas genre musik.

Festik 2026 mengusung tema “Into The Unwritten” yang menggambarkan kebebasan berekspresi dan ruang eksplorasi kreativitas mahasiswa.

Pada Festik 2026 juga akan menghadirkan pengalaman tambahan seperti spot foto dan photobooth agar pengunjung membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman menonton.

Festik 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026 di Tirtayasa Park, Kediri. Tiket dibanderol mulai Rp100 ribu dan bisa dipesan melalui kanal online maupun titik penjualan offline di Kota Kediri. 

Pihaknya menargetkan jumlah penonton tahun ini tetap berada di angka ribuan seperti penyelenggaraan sebelumnya, dengan harapan pengunjung tidak hanya berasal dari Kediri tetapi juga berbagai daerah di Indonesia. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren