Kediri – Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Uniska Center Kediri, Senin (27/4/2026). Fasilitas ini menjadi wujud komitmen kampus dalam mendukung transisi energi bersih, pengembangan kendaraan listrik, serta pembangunan berkelanjutan.
Peresmian SPKLU ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri dalam pengembangan infrastruktur energi ramah lingkungan. Kehadirannya di lingkungan kampus diharapkan tidak hanya menunjang mobilitas kendaraan listrik, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Acara peresmian dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Anwar Iskandar, Ali Masykur Musa, Rinto Harno, Bambang Yulianto, jajaran PLN, Forkopimda Kota Kediri, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan ditandai dengan pemotongan pita, santunan, dan simulasi pengisian kendaraan listrik (charging test). SPKLU ini resmi beroperasi dan terbuka untuk umum.
Rektor Uniska Kediri, Bambang Yulianto, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. Ia menilai kehadiran SPKLU sejalan dengan konsep “kampus berdampak” yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“SPKLU ini bukan hanya fasilitas, tetapi juga bentuk kontribusi kampus kepada masyarakat sekaligus sarana pembelajaran praktis, khususnya bagi mahasiswa Teknik Elektro,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama dengan PLN dapat terus berkembang, termasuk dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.
Sementara itu, Anwar Iskandar menekankan pentingnya menjaga amanah dari setiap kontribusi yang diberikan, termasuk pembangunan SPKLU. Ia juga mengingatkan peran lembaga pendidikan dalam memperkuat ketahanan dan persatuan bangsa.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turut menyatakan dukungannya. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan PLN dalam menghadirkan SPKLU tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pelayanan publik.
“Ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga ruang belajar dan bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Komisaris Independen PLN, Ali Masykur Musa, menilai kehadiran SPKLU sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan energi masa depan. Ia menyoroti efisiensi kendaraan listrik dan potensinya sebagai solusi atas tingginya ketergantungan pada bahan bakar minyak.
“Peralihan ke kendaraan listrik adalah jawaban atas mahalnya BBM dan tantangan energi ke depan. Selain efisien, juga lebih ramah lingkungan,” katanya.
Ia juga menyebut Uniska Kediri sebagai salah satu kampus yang telah memiliki SPKLU dengan spesifikasi mumpuni, sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk program beasiswa dan penguatan akademik.
Dalam kesempatan tersebut, PLN juga menyerahkan santunan kepada 10 penerima sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan.
Keberadaan SPKLU Uniska Center Kediri diharapkan mampu mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Kediri dan sekitarnya. Selain sebagai fasilitas pengisian daya, SPKLU ini menjadi simbol komitmen kampus dalam menghadirkan inovasi, edukasi energi bersih, serta sinergi lintas sektor. (AB)





Tinggalkan komentar