RJTVs, Kediri – Dalam rangka memperingati Hari HAM dan Hari Anti Korupsi, puluhan massa PC PMII Kediri dan DPC GMNI Kediri menggelar Aksi Unjuk Rasa menyuarakan
kepastian nasib pedagang Kaki lima di sekitar Alun-alun Kota Kediri, sore ini (12/12).
M. Abdur Roziqin, Ketua DPC GMNI Kota Kediri menyoroti, penyebab utama proyek Alun-alun Kota Kediri mangkrak belum jelas. “Kami menjumpai beberapa PKL terlantar dan PKL tidak mengetahui kelanjutan pembangunannya,” kata Roziqin.
Diberitakan sebelumnya, Dinas PUPR Kota Kediri telah memutus kontrak rekanan pekerja Proyek Pembangunan Alun-alun Kota Kediri.
Sebelum direlokasi, lanjut Roziqin, PKL sempat mendapat omset yang cukup signifikan. Namun setelah direlokasi di sekitar Dhoho Plaza omzet PKL menurun drastis bahkan ada yang gulung tikar.
“Kami ingin mengadakan audensi antara PKL , PUPR kota Kediri dan Anggota DPRD Kota Kediri,” ungkap Roziqin.
Rencananya aksi akan dilanjutkan sampai ada kompensasi terhadap PKL dari Pemkot Kediri.
Selain itu, saat ditanya rencana pertemuan dengan Pj. Walikota Kediri, Saiful Amin, Ketua Umum PC PMII Kediri menjelaskan masih akan dibicarakan kemudian.
“Terkait itu, nanti masih dibicarakan, karena ruwetnya (pembangunan Alun-alun) dimulai sebelum Pj. Walikota Kediri menjabat,” tutup Saiful.





Tinggalkan komentar