Kediri – Ribuan siswa kelas akhir tingkat SMP, baik negeri maupun swasta di Kediri, resmi mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai Senin (6/4/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menyebutkan jumlah peserta TKA SMP tahun ini mencapai 15.579 siswa, dengan 2.600 siswa di antaranya berasal dari SMP swasta.
“Dari pantauan yang ada, kegiatan pendukung ya, fasilitas listrik, fasilitas internet berjalan dengan baik,” terangnya.
Menurut Muhsin, TKA bukan menjadi penentu kelulusan siswa. Keputusan kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan melalui kepala sekolah dan dewan guru. Namun, hasil TKA akan menjadi salah satu bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kita berharap agar TKA ini berhasil menghimpun data ya terkait dengan kemampuan anak sehingga kita memperoleh bahan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan layanan pendidikan di masa yang akan datang,” jelasnya.
Salah satu sekolah yang pelaksanaan TKA sesi pertamanya berjalan lancar adalah SMP Negeri 3 Plosoklaten.
Kepala sekolah, Widyawati Nugraheni, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan matang, termasuk dalam penyediaan perangkat.
“Perangkatnya kita alhamdulillah dapat bantuan Chromebook itu dan ada laptop juga kemarin dari Korea ya, kita dapat tambahan. Jadi, aman di sekolah kita,” ungkapnya.
Sebanyak 236 siswa mengikuti TKA di sekolah tersebut dari total 239 siswa. Sementara itu, tiga siswa lainnya tidak mengikuti ujian berdasarkan keputusan orang tua.
Menurut Widyawati, TKA memiliki perbedaan dibandingkan sistem ujian sebelumnya, terutama pada penekanan aspek literasi dan numerasi.
“Kalau ini karena ada literasi numerasi itu bacaannya panjang-panjang. Nah, mungkin kerumitannya di situ. Jadi, kebiasaan anak membaca itu yang memang menjadi punjernya kan di situ. Tapi kalau masalah kerumitan soal dan sebagainya, saya pikir ini lebih mudah, lebih mudah,” katanya.
Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026 dengan tiga sesi setiap hari. Sekolah juga diberi keleluasaan untuk mengatur jadwal pelaksanaan sesuai dengan jumlah siswa dan ketersediaan perangkat. (AB)





Tinggalkan komentar