Kediri – Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kediri pada Jumat (3/4/2026) sore menyebabkan lebih dari lima titik pohon tumbang dan belasan atap rumah warga rusak

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menyampaikan bahwa sebagian besar titik pohon tumbang telah berhasil ditangani oleh tim di lapangan.

Di antaranya 4 titik di Jl. Urip Sumoharjo, barat rel taman Ngronggo, Jl. Sersan Suharmaji tepatnya depan BRI Life, Kopi Tower Ngronggo, MI Miftahul Falah Manisrenggo, Jl. Harmoni/Karangpule Ngronggo, Lap. Olahraga Manisrenggo dan Jl. Guyangan Ronggo yang telah ditangani SRU 1 D-MaX. 

Sementara itu, tim SRU 2 menggunakan armada pickup juga telah menuntaskan penanganan di Jalan Raung dan Taman Banjarmelati.

Selain pohon tumbang, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan warga di wilayah Kaliombo. Sebanyak 14 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terpaan angin kencang.

“Di kaliombo ada mbak (rumah warga), atap nya saja, dari gavalum di RW 5 RT 1 dan 2,” katanya saat dikonfirmasi. 

Dampak pohon tumbang tersebut juga sempat terjadi gangguan arus lalu lintas terutama di kawasan Alun-Alun Kota Kediri. 

Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota, Aiptu Agung Subroto, menjelaskan bahwa proses evakuasi pohon tumbang sempat menyebabkan kemacetan total selama kurang lebih dua jam, khususnya ke arah selatan.

“Alun-alun tadi sempet trouble, sampai 2 jam, kemudian sekitar, kebetulan tadi sempat pengalian, karenakan evakuasi pohon, dan itu padat sekali ke arah sana (Selatan) tadi,” ujarnya. 

Petugas kepolisian pun sempat melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan ke arah timur dan barat untuk mengurai kepadatan. Sekitar lima personel diterjunkan di lokasi untuk mengatur arus kendaraan, mengingat kawasan tersebut merupakan titik pertemuan arus lalu lintas yang cukup padat.

“Karena disitu kan titik pusat untuk pertemuan. Otomatis, sempat ke selatan itu trouble, nggak bisa sampai simpang empat. Otomatis, kita rekayasa dengan cara seperti itu. Yang ke arah selatan, kiranya ada longgar, kita masukkan. Habis itu kalau tidak menumpuk lagi, baru kita buang lagi,” jelasnya. 

Pohon tumbang yang berada di sekitar kawasan tersebut diketahui berukuran cukup besar dan berada di dua titik utama, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu lebih lama.

Saat ini, kondisi lalu lintas dilaporkan telah kembali normal, sementara tim BPBD dan instansi terkait tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang, serta segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren