Tulungagung – Intensitas hujan tinggi memicu terjadinya longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Peristiwa tersebut mengakibatkan dinding rumah warga jebol setelah tertimpa material longsor.

Diketahui, terdapat dua titik longsor di wilayah tersebut. Salah satunya berada di tebing lokasi pembuangan tanah uruk milik Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung pun telah turun tangan untuk melakukan penanganan.

Kepala BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan bahwa longsor terjadi pada Kamis petang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama hampir tiga jam.

Lokasi longsor pertama berada di tebing pembuangan material KDKMP di RT 08 RW 05 Dusun Krajan, dengan panjang longsoran mencapai 100 meter dan lebar 50 meter. Sementara itu, longsor kedua terjadi di tebing setinggi 15 meter yang menimpa rumah milik Sugiono di RT 01 RW 01 Dusun Krajan.

Akibat kejadian tersebut, dinding rumah korban jebol karena tidak mampu menahan material longsor.

“Longsor terjadi dipicu oleh hujan lebat dan kontur tanah yang labil. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Petugas BPBD Tulungagung telah melakukan asesmen di lokasi kejadian. Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan longsor susulan, petugas memasang terpal penahan di area rawan.

Selain itu, bersama warga setempat, petugas juga melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor yang masuk ke dalam rumah korban.

“Jika terjadi hujan berpotensi terjadi longsor susulan. Kami sudah memasang terpal penahan, untuk mencegah longsor susulan,” tuturnya.

BPBD turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan pegunungan. Saat hujan deras turun, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi apabila kondisi dirasa membahayakan.

“Kami mengimbau kepada warga agar selalu waspada jika terjadi longsor susulan,” pungkasnya. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren