Kediri – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Program ini ditujukan untuk pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mencetak generasi unggul.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Program ini mencakup 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota, dengan target kapasitas mencapai 112.320 siswa dalam 3.744 rombongan belajar. Hingga 22 Maret 2026, progres pembangunan nasional telah mencapai 15,54 persen, seiring percepatan konstruksi, penyelesaian lahan, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Sekolah Rakyat Tahap II dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu di atas lahan 5–10 hektare, lengkap dengan ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, hingga asrama siswa dan guru.
Target Kota Kediri Dipercepat
Di Kota Kediri, pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan rampung lebih cepat dari jadwal semula. Jika sebelumnya dijadwalkan selesai Agustus, kini dimajukan menjadi akhir Juni 2026.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Nindya SPSS KSO tersebut akan menambah tenaga kerja dan material untuk mengejar target. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai lebih dari 12 persen.
Sekolah Rakyat di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, akan terdiri dari 22 gedung, dengan 14 bangunan dua lantai dan 8 bangunan satu lantai. Gedung bertingkat akan difungsikan sebagai ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Sementara itu, bangunan satu lantai diperuntukkan sebagai fasilitas penunjang, seperti asrama putra-putri, asrama guru, serta kantin untuk masing-masing jenjang pendidikan.
Tak hanya itu, proyek ini juga dilengkapi berbagai fasilitas tambahan, seperti masjid, lapangan mini soccer, lapangan voli, tempat pengolahan sampah (TPS), hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Seluruh fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektare.
Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri sendiri telah diresmikan sejak 12 Januari 2026. Pada tahap awal operasional, sekolah ini direncanakan membuka tiga rombongan belajar di tiap jenjang dengan total sekitar 225 siswa baru, yang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Dengan percepatan ini, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat segera dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda di daerah. (AB)





Tinggalkan komentar