Kediri – Usai momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri kembali melakukan pemantauan harga komoditas pangan di Pasar Setono Betek, Kamis (26/3/2026). Hasilnya, harga bahan pokok di Kota Kediri terpantau mulai mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat naik menjelang hari raya.

Kepala DKPP Kota Kediri, Ahmad Nurdin, menyampaikan bahwa kondisi harga pangan saat ini relatif aman dan stabil.

“Hasil pemantauan hari ini menunjukkan harga bahan pokok di Kota Kediri dalam kondisi aman dan sudah hijau. Hal ini mengindikasikan ketersediaan pasokan dan harga pangan terkendali,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi kenaikan pada komoditas cabai. Kondisi cuaca yang tidak menentu di daerah sentra produksi menjadi faktor utama yang dapat memicu gangguan pasokan.

Adapun rincian fluktuasi harga komoditas per 26 Maret 2026 antara lain: beras premium stabil di Rp14.850 per kilogram, beras medium Rp12.925, gula pasir Rp17.750, serta Minyakita Rp15.700. Sementara itu, minyak goreng curah sedikit naik dari Rp19.800 menjadi Rp19.875.

Untuk komoditas protein hewani, daging sapi turun dari Rp122.917 menjadi Rp120.417 per kilogram, daging ayam ras dari Rp41.167 menjadi Rp40.667, dan telur ayam ras stabil di Rp29.084. Pada komoditas hortikultura, bawang merah turun dari Rp40.500 menjadi Rp39.500, bawang putih bonggol dari Rp32.333 menjadi Rp32.000.

Sementara itu, harga cabai menunjukkan tren penurunan, yakni cabai merah besar dari Rp37.500 menjadi Rp36.333, cabai merah keriting dari Rp36.833 menjadi Rp29.833, serta cabai rawit merah dari Rp68.333 menjadi Rp60.500 per kilogram.

Ahmad Nurdin menambahkan, tantangan ke depan masih berkaitan dengan kondisi cuaca yang berpotensi memicu serangan hama pada tanaman cabai. Hal tersebut dapat berdampak pada risiko gagal panen dan kenaikan harga.

“Kemungkinan serangan hama masih ada, sehingga harga cabai berpotensi naik kembali. Namun, untuk komoditas lain relatif aman karena permintaan masyarakat sudah menurun setelah Lebaran,” jelasnya.

Pemerintah Kota Kediri pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ketersediaan bahan pangan dipastikan mencukupi.

Selain itu, berbagai langkah telah dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, di antaranya pemantauan harga harian, koordinasi dengan distributor, penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM), Operasi Pasar Murni (OPM), serta pasar murah hasil kolaborasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia Kediri dan Kejaksaan Negeri Kota Kediri.

Dengan upaya tersebut, pemerintah optimistis stabilitas harga pangan di Kota Kediri dapat terus terjaga pasca-Idul Fitri. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren