Surabaya – Arus mudik Lebaran 2026 menuju Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan. Meski demikian, kondisi lalu lintas secara umum terpantau aman dan lancar.
Berdasarkan hasil evaluasi Operasi Ketupat Semeru 2026 pada periode 13 hingga 25 Maret 2026, volume kendaraan yang melintas di jalur arteri maupun tol mencapai 2.179.014 unit. Angka ini meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kabid Humas Polda Jatim sekaligus Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan tingginya mobilitas masyarakat terlihat dari lonjakan kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Jawa Timur.
“Hasil analisa dan evaluasi kami menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi pada arus mudik tahun ini,” ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, peningkatan paling mencolok terjadi di jalur arteri. Salah satu titik tertinggi berada di perbatasan Magetan–Jawa Tengah, dengan kenaikan kendaraan masuk hingga 514 persen dibandingkan tahun lalu.
Selain itu, sejumlah ruas tol juga mengalami peningkatan arus kendaraan. Ruas Solo–Ngawi mencatat 149.286 kendaraan atau naik 4 persen. Sementara ruas Tol Probolinggo–Situbondo (Prosiwangi) mengalami lonjakan cukup tinggi dengan total 525.463 kendaraan atau meningkat 34 persen. Adapun ruas Pandaan–Malang juga mengalami peningkatan meski relatif stabil.
“Jalur arteri masih menjadi pilihan utama masyarakat saat mudik. Namun sejumlah jalur tol juga mengalami peningkatan arus kendaraan yang cukup signifikan,” kata Kombes Abast.
Tak hanya kendaraan pribadi, jumlah penumpang angkutan umum di Jawa Timur juga meningkat tajam. Total penumpang dari berbagai moda transportasi—udara, laut, kereta api, hingga bus—mencapai 2.775.689 orang, atau naik 21 persen dibandingkan tahun 2025.
Lonjakan tertinggi terjadi pada moda kereta api, khususnya di Stasiun Gubeng yang mencatat kenaikan penumpang hingga 42 persen.
Sementara itu, Terminal Purabaya juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah penumpang masuk naik hingga 66 persen, dari sekitar 157 ribu orang pada tahun lalu menjadi sekitar 262 ribu orang tahun ini.
Di sektor transportasi udara, Bandara Juanda mencatat total penumpang mencapai 567.096 orang atau meningkat 13 persen dibandingkan periode mudik sebelumnya.
“Kenaikan juga terjadi pada moda transportasi umum. Ini menunjukkan pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran tahun ini cukup tinggi di seluruh sektor transportasi,” jelasnya.
Melihat tingginya mobilitas tersebut, Polda Jatim mengimbau para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Petugas juga disiagakan di berbagai titik rawan kemacetan dan kecelakaan, mulai dari jalur arteri dan tol hingga terminal, stasiun, dan lokasi wisata.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati selama perjalanan. Jangan memaksakan diri saat lelah, manfaatkan rest area maupun pos pengamanan yang telah disiapkan,” pungkas Kombes Abast. (AB)




Tinggalkan komentar