Jember – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semeru di Jalan Semeru, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan SPPG berdiri berdampingan dengan selokan dan sebagian strukturnya berada di atas saluran air. Kondisi itu diduga membuat air hujan meluap dan masuk ke dalam area SPPG.
Akibat banjir tersebut, aktivitas operasional SPPG terpaksa dihentikan sementara. Seluruh ruangan, peralatan, serta sejumlah barang administrasi seperti nota dan buku-buku terendam air.
Saat sejumlah wartawan hendak melakukan peliputan, pihak SPPG Semeru terlihat tengah mengevakuasi barang-barang ke luar bangunan. Mereka juga menyatakan belum bersedia memberikan keterangan.
“Mohon maaf, sementara kami belum bisa menerima tamu karena masih fokus penanganan,” ujar Giono, salah satu petugas SPPG Semeru, Kamis (29/1/2026).
Sementara itu, Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian sesaat setelah banjir terjadi bersama unsur Muspika.
“Kemarin sore kami langsung ke lokasi bersama Danramil, Kapolsek, dan jajaran. Saat itu masih hujan dan kami ikut melakukan pembersihan,” katanya.
Namun demikian, Deni belum dapat memastikan hingga kapan SPPG Semeru akan berhenti beroperasi. Ia menyebut akan segera memanggil pihak pengelola SPPG untuk melakukan klarifikasi dan evaluasi.
“Karena terdampak banjir dan beberapa hal lainnya, kami akan memanggil pihak SPPG bersama Muspika. Dalam waktu dekat harus ada penyelesaian agar bisa kembali beroperasi. Kami masih menunggu laporan lengkap dari kepala SPPG, kemungkinan siang ini akan kami konfirmasi,” jelasnya.
Terkait dugaan penyebab banjir karena lokasi SPPG yang berada di samping selokan, Deni mengaku belum berani menyimpulkan.
“Memang penempatannya di situ, tapi kami belum bisa memastikan itu sebagai penyebab banjir,” ungkapnya.
Terpisah, Danramil Sumbersari, Kapten Inf Bambang Hari Mardiyanto, menjelaskan hujan lebat yang terjadi pada Rabu malam menyebabkan sungai kecil di sekitar lokasi meluap.
“Air sempat masuk ke area dapur. Saya langsung menghubungi kepala dapur agar menginformasikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat, bahwa distribusi dihentikan sementara untuk dua hingga tiga hari ke depan,” ujarnya.
Penghentian sementara itu dilakukan untuk memastikan proses pembersihan dan sterilisasi berjalan optimal.
“Lebih baik dihentikan dulu. Jangan sampai berdampak pada kualitas sajian. Peralatan seperti ompreng juga harus dibersihkan dan disterilkan,” tegas Bambang.
Ia menambahkan, langkah tersebut diambil demi menjaga keamanan penerima manfaat. Menurutnya, kejadian banjir ini merupakan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut.
“Baru kali ini terjadi banjir. Sebelumnya tidak pernah,” pungkasnya. (AB)




Tinggalkan komentar