Jember – DPC PDI Perjuangan Jember mengadakan kegiatan menanam 1.053 pohon di dua tempat yang memiliki letak strategis. Adanya kegiatan ini diharapkan, terciptanya hubungan manusia dengan alam dan lingkungan yang harmonis.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto menyampaikan, negara yang ingin dibangun adalah yang menyatu dengan nafas Tri Hita Karana. Dimana keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan) menjadi fondasi kehidupan. 

“Sebuah harmoni kosmis yang mengikat segala lini pemerintahan, pembangunan, dan peradaban dalam simpul suci yang tak terpisahkan dari kebaikan semesta,” katanya. 

“Bumi adalah tanah suci. Segala pembangunan, pertanian, dan peradaban kota harus dilakukan dalam keharmonisan dengan alam. Sungai adalah doa yang mengalir, gunung adalah meditasi yang membatu, dan hutan adalah kitab suci yang hidup,” sambungnya.

Hari ini PDI Perjuangan Jember menjalankannya dengan melakukan penanaman 1.053 pohon yang menandakan seribu harapan akan masa depan ekologis yang harmoni. 

“Lima puluh tiga sebagai penanda lima puluh tiga tahun Usia PDI Perjuangan. Dilaksanakan di dua tempat yang merupakan wilayah hulu dan hilir sungai sumber kehidupan,” tuturnya.

Kegiatan ini adalah penciptaan rasa sadar dalam masa yang panjang. Kemampuan untuk melihat satu dekade kedepan dan bertindak selaras hari ini. 

“Mari kita menanam, Menanam budi pekerti, Menanam akal sehat, Menanam Keberanian, Menanam tanaman untuk kehidupan,” tegasnya.

Adapun lokasi penanaman 1.053 pohon, yakni di  sungai hulu yang terletak di Desa Suco Kecamatan Mumbulsari dan titik hilir yang terletak di Sungai Desa Paseban Kecamatan Kebcong Jember.

Dengan kegiatan ini, kata Widarto, terjadinya bencana alam dapat diminimalisir di masa akan datang. Langkah nyata merawat lingkungan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama yang digelar pada 10-12 Januari lalu.

“Salah satu poin penting hasil Rakernas kemarin adalah perintah untuk merawat bumi atau merawat Pertiwi,” pungkasnya. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren