Kediri – Cabang olahraga (cabor) Bridge di bawah naungan Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kabupaten Kediri mengambil langkah serius untuk menyiapkan prestasi usai dikukuhkannya pada 29 Desember 2025 lalu oleh KONI Kabupaten Kediri. Meski terbilang baru, cabor prestasi berbasis kecerdasan langsung fokus pada pembinaan atlet dengan tujuan mencapai keberhasilan pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2027.
Ketua Umum GABSI Kabupaten Kediri, Wawan Sarudi, menegaskan komitmennya untuk langsung fokus pada pembinaan atlet dan prestasi, sejalan dengan target besar menuju Porprov X Tahun 2027 di Surabaya.
“Karena target kami di tahun 2026 ini Prestasi setidaknya masuk 3 besar dari 3 event sebagai salah satu syarat untuk main di ajang Porprov X tahun 2027 yang rencananya di Surabaya. maka kami akan fokus ke pembinaan Atlet dan Pemusatan latihan atau Training Center (TC),” ujarnya, Sabtu (10/1).
Adapun tiga event besar yang menjadi sasaran utama GABSI Kabupaten Kediri pada tahun 2026 adalah POPDA di Ngawi, Kejurprov di Kabupaten Pasuruan, serta Liga Bridge Siswa Nasional (LBSN) yang akan digelar di Jakarta. Selain itu, dalam waktu dekat GABSI juga berencana mengikuti Kejuaraan Piala Bupati Jember pada April 2026 yang berskala nasional.
Menurut Wawan, salah satu tantangan utama pada cabor yang baru bergabung di bawah naungan KONI Kabupaten Kediri ini adalah mensosialisasikan olahraga bridge itu sendiri.
“GABSI Kabupaten Kediri baru terbentuk tentunya banyak tantangan terutama dalam mensosialisasikan dan mendapatkan dukungan olahraga bridge ini kepada masyarakat,” tambah Wawan.
Lebih lanjut Wawan menjelaskan, dalam hal penjaringan atlet, GABSI Kabupaten Kediri masih mengandalkan jalur sekolah, mengingat olahraga bridge tergolong baru berkembang di daerah ini. Beberapa sekolah menjadi pionir, seperti SD Negeri Jatirejo dan SD Negeri Parang 1 di Kecamatan Banyakan, SMK Negeri Grogol yang mulai bergabung melalui rekomendasi klub, serta SMA Negeri 1 Pare dimana diketahui telah memiliki ekstrakurikuler bridge bahkan sebelum pengukuhan GABSI.
Saat ini, GABSI Kabupaten Kediri telah membina puluhan atlet aktif yang berasal dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Kediri. Atlet-atlet tersebut tersebar di beberapa sekolah, antara lain SD Negeri Parang 1 dengan total 8 atlet (4 putra dan 4 putri), SD Negeri Jatirejo dengan 10 atlet (6 putra dan 4 putri), SMK Negeri Grogol dengan 6 atlet putra, serta SMA Negeri 1 Pare yang memiliki 12 atlet terdiri dari 3 putra dan 9 putri.
Untuk mendukung peningkatan kualitas atlet, pola latihan telah disusun secara rutin dan terjadwal, baik secara tatap muka maupun daring. Latihan luring dilaksanakan hampir setiap hari di masing-masing sekolah, sementara latihan online dilakukan melalui aplikasi Bridge Base Online (BBO) setiap Senin hingga Rabu dari pukul 19.30-21.00 WIB malam.
“Pola latihan saat ini Terjadwal melalui tatap muka dan melalui Online melalui aplikasi BBO,” terangnya.
Wawan Sarudi berharap banyak generasi muda Kabupaten Kediri yang tidak ragu menekuni olahraga bridge. Menurutnya, bridge tidak hanya melatih kecerdasan dan strategi, tetapi juga membuka peluang prestasi dan berbagai keuntungan lain.
“Apabila tertarik silahkan menghubungi GABSI atau melalui KONI Kabupaten Kediri. Kami berharap generasi muda bisa menggali potensi dan mengembangkannya termasuk dalam olahraga bridge ini. Apabila berprestasi pasti akan mendapatkan reward baik materi maupun kemudahan lainnya (beasiswa, masuk PTM jalur prestasi dll),” pungkaanya. (AB)




Tinggalkan komentar