Kediri – Di tengah maraknya kafe modern dengan konsep kekinian, di Kediri ada  sebuah kafe bernuansa tradisional Jawa yang tak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga luar daerah adalah Arumpala. 

Berlokasi di Jl. Tegal Arum, Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, kafe ini seakan menjadi ruang temu antara budaya lokal dan gaya hidup masa kini.

Didiririkan oleh Muhammad Cahya Gumelar pada tahun 2021, konsep Kafe Arumpala terinspirasi dari kecintaan keluarganya terhadap budaya Jawa. 

“Sebenarnya konsep Jawa seperti ini memang karena dari keluarga saya memang suka banget namanya budaya-budaya Jawa, terus bangunan-bangunan Jawa,” kata pria yang akrab disapa Agum itu, Jumat (9/1/2026). 

Selain mengusung konsep bangunan dan suasana tradisional, Arumpala juga menyajikan menu khas Jawa yang menjadi daya tarik utama. 

Beberapa menu favoritnya di antaranya nasi goreng Jawa, nasi goreng Kediri dengan arang, serta menu khas Jawa lainnya seperti Nasi Jangan Deso, sajian menu sederhana khas pedesaan yang terdiri dari nasi putih, sayur tahu (lodeh), gereh (ikan asin), telur dadar, dan kerupuk. Menu ini menggunakan resep turun-temurun dari keluarga pemilik kafe.  

“Jadi mungkin kan sekarang kan sudah bahasanya itu usom ya. Kalau kopi-kopi milenial atau kopi-kopi modern, kita tetap ingin mempertahankan karena ya pada dasarnya kita kan orang Jawa, kita juga punya budaya sendiri, kita juga punya kearifan lokal kita lah. Nah, kita ingin tetap mempertahankan itu,” jelasnya.

Dalam satu hari, Arumpala mampu menarik sekitar 50 hingga 100 pengunjung. Mayoritas berasal dari wilayah Kediri, namun tidak sedikit pula pengunjung dari luar kota seperti Surabaya dan kawasan Karesidenan Kediri yang datang karena penasaran dengan konsep unik kafe ini.

Tak sampai disitu, selain kuliner dan suasana tradisional, Arumpala juga sering menjadi lokasi berbagai kegiatan. Mulai dari foto pre-wedding, hingga acara pop-up market yang melibatkan pelaku UMKM lokal mulai dari aksesoris, pakaian, hingga kuliner modern seperti burger khususnya yang belum memiliki tempat untuk memasarkan produk mereka. 

Menariknya, acara-acara tersebut dikemas dengan sentuhan modern, seperti hiburan DJ, tanpa menghilangkan nuansa tradisional tempatnya. “Jadi kita campurkan nuansa mix modern tapi tempatnya tetap tradisional,” imbuh Agum. 

Nama Arum Pala sendiri memiliki filosofi yang kuat. “Arum” diambil dari nama jalan Tegal Arum, sementara “Pala” berasal dari kata Pala Wija, yang berarti rempah-rempah. Nama ini melambangkan kekayaan budaya dan cita rasa Indonesia yang beragam.

Harga menu dengan cita rasa khas Jawa yang kuat pun terjangkau yakni mulai dari Rp8.000 sampai dengan Rp20.000.

Dengan konsep unik yang memadukan tradisi dan modernitas, Arumpala bisa menjadi ruang alternatif bagi masyarakat untuk menikmati kuliner sekaligus merasakan suasana kearifan lokal Jawa yang hangat dan autentik. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren