TRENGGALEK – Gelombang demonstrasi yang berujung ricuh di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, hingga Kediri, telah memicu kewaspadaan di berbagai daerah. Sebagai langkah antisipasi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek mengambil keputusan strategis untuk menghentikan sementara sejumlah agenda legislatif. Kebijakan ini bertujuan menjaga kondusivitas wilayah serta menjamin keselamatan aset dan personel.Selasa(2/9)

​Keputusan tersebut diambil dalam rapat pimpinan dewan bersama para ketua fraksi dan komisi. Sekretaris DPRD Trenggalek, Mohtarom, menjelaskan bahwa agenda yang dihentikan sementara mencakup kunjungan kerja dan perjalanan dinas. Meski demikian, aktivitas internal seperti rapat kerja tetap berjalan normal.

​”Sudah diantisipasi berdasarkan rapat pimpinan DPRD dengan ketua fraksi dan komisi. Diputuskan menghentikan sementara kegiatan seperti kunjungan kerja dan perjalanan dinas,” ujarnya.

​Selain itu, pengamanan terhadap aset dan dokumen penting juga diperketat. Sejak Sabtu (30/8/2025) malam, arsip penting termasuk Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tahun 2025 yang belum diaudit, perangkat kerja, dan kendaraan dinas telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Mohtarom juga menambahkan bahwa jalur evakuasi melalui pintu belakang telah disiapkan untuk mengantisipasi keadaan darurat.

​”Pengamanan sudah dilakukan sejak Sabtu malam. Kendaraan roda dua dan empat dipindahkan ke lokasi lain,” jelasnya.

​Kebijakan ini merupakan langkah preventif menyusul insiden kericuhan di sejumlah daerah, termasuk yang menelan korban jiwa dan membakar gedung DPRD Makassar.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren