TRENGGALEK — Dalam upaya mempercepat laju pembangunan dan meningkatkan efektivitas birokrasi, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, secara resmi melantik tiga pejabat tinggi pratama eselon dua. Pelantikan yang berlangsung khidmat di ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha, mengisi posisi-posisi strategis yang sebelumnya kosong, memastikan roda pemerintahan berjalan optimal.Senin(1/9)

​Pelantikan ini menjadi kelanjutan dari peringatan Hari Jadi ke-831 Trenggalek yang semarak, ditandai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Para pejabat yang mendapatkan amanah baru adalah figur-figur berpengalaman di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
​Mereka adalah:

​Cusi Kurniawati, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan, kini dipercaya sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

​Sunyoto, dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kini mengemban tugas sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

​Heri Yulianto, yang sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan, kini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Trenggalek.
​Bupati Nur Arifin, atau yang akrab disapa Mas Ipin, menyampaikan bahwa penempatan ini didasarkan pada kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan pembangunan.

“Asisten Ekonomi kita isi karena kita ingin paket-paket kebijakan ekonominya nanti bisa dirasakan oleh masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Hal ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap kebijakan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
​Selain itu, pemilihan Sunyoto sebagai Kepala Bakesbangpol didasarkan pada latar belakangnya di bidang kebudayaan.

“Harapannya nanti dengan pendekatan budaya, bisa lebih beradab dalam menghadapi konflik di masyarakat sehingga masyarakat bisa tentram,” jelas Mas Ipin.

Langkah ini menunjukkan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas sosial, menjadikan budaya sebagai jembatan perdamaian.
​Sementara itu, penunjukan Heri Yulianto sebagai Kepala BKD didasari oleh jiwa organisatorisnya yang kuat.

“Dulu mantan aktivis, sehingga harapannya nanti sumber daya manusianya, khususnya ASN di Trenggalek, bisa lebih progresif dalam bekerja,” imbuhnya.

Pengangkatan ini diharapkan mampu mendorong reformasi birokrasi dan meningkatkan profesionalisme ASN Trenggalek.
​Di akhir sambutannya, Mas Ipin berpesan pentingnya memperbarui niat dalam setiap tugas yang diemban.

“Kalau kerja kelamaan bisa saja menyepelekan pekerjaannya. Agar tidak, tentu harus memperbaiki niat terus. Semuanya termasuk saya,” tandasnya.

Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk selalu menjaga integritas dan semangat pengabdian demi kemajuan Trenggalek.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren