TRENGGALEK – Kematangan berdemokrasi dan soliditas menjadi cerminan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Trenggalek. Bertempat di Hall Hayam Wuruk, perhelatan politik ini mengukuhkan kembali Arik Sri Wahyuni sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Trenggalek untuk periode 2025-2030 secara aklamasi.Sabtu(30/8)

​Acara yang berlangsung lancar tanpa kendala ini turut disaksikan langsung oleh Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi. Keputusan aklamasi menunjukkan tingginya tingkat musyawarah mufakat di internal partai, sebuah nilai yang dijunjung tinggi dalam konstitusi. Ali Mufthi, yang juga anggota DPR RI, menegaskan bahwa aklamasi dan one man one vote adalah dua pintu demokrasi yang sama-sama sah dan tidak boleh direndahkan.

​Dalam sambutannya, Ali Mufthi menekankan pentingnya berpartai dengan niat tulus dan pikiran bersih demi pengabdian sejati kepada masyarakat. Ia juga berpesan agar kepengurusan baru Golkar Trenggalek ke depan lebih solid, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda atau Gen Z dan kader perempuan.

​Terpilihnya kembali Arik Sri Wahyuni, menurut Ali Mufthi, merupakan bukti dukungan penuh dari seluruh kader Golkar Trenggalek.

“Artinya, ia (Arik) semakin bisa ngayomi (mengayomi) kader serta rakyat Trenggalek dengan berkolaborasi bersama Bupati,” ujarnya.

​Di sisi lain, Arik Sri Wahyuni menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang kembali dipercayakan padanya. Dengan penuh optimisme, ia mematok target ambisius untuk Pemilu 2029 mendatang, yaitu peningkatan jumlah kursi Golkar di DPRD Trenggalek.

“Insyaallah dengan dukungan Pak Ali Mufthi dan Ibu Atika Banowati, target penambahan kursi bisa tercapai. Kalau bisa sampai 11 kursi,” ungkap Arik.

​Terkait susunan pengurus, Arik menyatakan bahwa tim formatur akan bekerja untuk menyusunnya, dengan memastikan pesan dari Ketua DPD Golkar Jatim terpenuhi.

“Kalau bisa 50 persen pengurus berasal dari anak muda. Itu juga akan kita laksanakan,” tegasnya.

​Tidak hanya fokus pada legislatif, Arik juga membuka peluang besar bagi Golkar untuk melangkah sendiri dalam Pilkada 2029. “Semua serba mungkin. Kalau target kursi tercapai, kenapa tidak kita berangkat sendiri,” pungkasnya.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren