TRENGGALEK  – Sebuah insiden pembakaran kendaraan yang menggegerkan Desa Wonokerto, Kecamatan Suruh, Trenggalek, pada Minggu (17/8/2025) kini memasuki babak baru.kejiwaan.Di balik api yang membakar kendaraan, terungkap sebuah kisah pilu tentang kesehatan mental yang sering kali luput dari perhatian. Sutarmin, yang kerap kambuh akibat tidak rutin mengonsumsi obat, menjadi pengingat bahwa penanganan gangguan kejiwaan memerlukan pendekatan holistik, tidak hanya medis, tetapi juga dukungan sosial dan penerimaan dari lingkungan.
Pelaku, Sutarmin (45) alias Ketro, yang membakar mobil Daihatsu Ayla milik Kepala Desa Wonokerto dan sepeda motor Suzuki Titan milik Ketua RT setempat, diketahui memiliki riwayat gangguan.Jum’at(22/8)

​Setelah insiden tersebut, Sutarmin ditemukan di wilayah Kecamatan Pule dan segera mendapat penanganan medis darurat. Saat ini, ia telah dirawat di selter milik Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Trenggalek.

​Menurut Plt Kepala Dinsos PPPA Trenggalek, Christina Ambarwati, kondisi Sutarmin saat ini sudah relatif stabil. “Jika diajak mengobrol, ia bisa nyambung. Tidak agresif dan bisa beraktivitas seperti pasien lain,” jelas Christina.

Christina juga mengungkapkan bahwa Sutarmin memiliki trauma masa lalu yang cukup mendalam. Pihaknya berencana merujuk Sutarmin ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika kondisinya memungkinkan, ia akan menjalani rawat jalan dan diserahkan kembali kepada keluarganya. Ibunda Sutarmin pun telah menyatakan kesanggupannya untuk merawat dan memastikan pengobatan anaknya.
Dinsos PPPA juga menyiapkan langkah rehabilitasi sosial agar Sutarmin dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat.

“Penyembuhan tidak hanya dari obat medis, tapi juga dukungan lingkungan. Jangan dijauhi atau didiskriminasi, supaya proses rehabilitasi berjalan baik,” tegas Christina.

​Mengenai proses hukum, pihak Dinsos PPPA masih menunggu hasil pemeriksaan dokter dan berkoordinasi dengan Muspika setempat. Mereka berharap dapat ditempuh jalur kekeluargaan sebagai solusi terbaik bagi semua pihak.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren