TRENGGALEK – RSUD Panggul di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat. Langkah nyata diwujudkan melalui rencana penambahan sejumlah alat kesehatan dasar dan tenaga dokter spesialis.Minggu(10/8)

Direktur RSUD Panggul, dr. Bambang Mulyono, mengungkapkan bahwa pengadaan ini krusial mengingat status rumah sakit yang baru beroperasi sejak tahun 2023. “Karena kita rumah sakit baru, kita belum punya alat-alat tersebut,” jelasnya.

Untuk merealisasikan rencana ini, pihak rumah sakit memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan pajak rokok dengan total anggaran mencapai Rp4,75 miliar.

Anggaran sebesar Rp2,75 miliar dari pajak rokok akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan peralatan di ruang ICU. Beberapa alat yang akan dibeli meliputi X-ray atau rontgen, syringe pump, inkubator, dan tensimeter.

Sementara itu, dana DBHCHT senilai Rp2 miliar dialokasikan untuk pembelian satu unit ventilator, tiga unit infuse pump, dan tensimeter. Selain itu, sebuah USG juga akan dibeli untuk ditempatkan di poli penyakit dalam, guna mendukung diagnosis pasien secara lebih akurat.

Selain pengadaan alat, RSUD Panggul juga berupaya menambah jumlah dokter spesialis. Saat ini, rumah sakit telah memiliki delapan dokter spesialis, termasuk dua dokter anak, serta masing-masing satu dokter untuk spesialis penyakit dalam, bedah, kandungan, radiologi, patologi klinik, dan anestesi.
Kabar baiknya, RSUD Panggul akan segera kedatangan dua dokter spesialis baru.

“Insyaallah bulan depan akan ada tambahan dokter spesialis kandungan yang full time di Panggul. Lalu dokter penyakit dalam insyaallah di Oktober akan tambah satu lagi yang bisa full time,” imbuh dr. Bambang.
Dengan penambahan alat kesehatan canggih dan tenaga medis profesional, diharapkan RSUD Panggul dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan komprehensif kepada seluruh pasien, khususnya di wilayah Panggul dan sekitarnya.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren