TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus menggenjot persiapan operasional 157 koperasi merah putih sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Seluruh koperasi ini telah memiliki badan hukum dan telah resmi diluncurkan pada 12 Juli 2025 lalu.Senin(4/8)

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komidag) Kabupaten Trenggalek, Saniran, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus pada penyusunan dokumen penting dan penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk memastikan koperasi dapat berjalan optimal.

“Kami sedang menyiapkan anggaran rumah tangga, rencana kerja, serta rencana pendapatan dan belanja, baik jangka pendek maupun panjang. Penguatan SDM juga menjadi prioritas,” ujar Saniran.

Saniran menambahkan, Pemkab Trenggalek juga akan mendampingi koperasi-koperasi ini dalam mengakses permodalan. Menurutnya, struktur permodalan koperasi terdiri dari modal sendiri, penyertaan modal, dan pinjaman.

“Modal sendiri adalah yang paling utama. Koperasi yang sehat harus memiliki minimal 50-60 persen dari total modal yang berasal dari simpanan pokok, wajib, dan anggota,” jelasnya.

Selain itu, koperasi merah putih ini juga akan mendapat pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 yang mengizinkan koperasi mendapatkan pinjaman hingga Rp3 miliar.
Modal Disesuaikan dengan Potensi Desa
Saniran juga menjelaskan bahwa besaran modal untuk setiap koperasi akan berbeda, disesuaikan dengan jenis usaha dan potensi unik yang dimiliki oleh masing-masing desa.

“Jika Desa A memiliki gerai obat, belum tentu Desa B juga memiliki usaha yang sama. Semua ini didasarkan pada potensi dan proposal yang diajukan oleh desa,” pungkasnya.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren