AS – Dilansir dari The Guardian, Dalam langkah kontroversial, Presiden AS Donald Trump memecat Erika McEntarfer, Komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), tak lama setelah dirilisnya laporan pekerjaan yang mengecewakan. Keputusan ini diambil setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat drastis, dengan hanya 73.000 pekerjaan baru pada bulan Juli, jauh di bawah ekspektasi, serta revisi penurunan sebanyak 258.000 pekerjaan untuk bulan Mei dan Juni. Para kritikus menuduh Trump menjadikan McEntarfer kambing hitam atas angka ekonomi yang tidak menguntungkan ini.

Trump mengumumkan pemecatan tersebut melalui platform media sosialnya, Truth Social, dengan mengklaim tanpa bukti bahwa McEntarfer, yang ditunjuk pada masa pemerintahan Biden, memanipulasi data pekerjaan untuk melemahkan kepresidenannya dan mendukung kampanye pemilihan Kamala Harris pada 2024. Ia menyebut data pekerjaan tersebut “dicurangi” dan bersikeras bahwa ekonomi AS sedang berkembang di bawah kepemimpinannya, meskipun laporan menunjukkan sebaliknya. Tuduhan Trump menuai kritik keras karena tidak didukung bukti.

McEntarfer, ekonom terhormat dengan pengalaman lebih dari dua dekade di pemerintahan federal, termasuk di bawah berbagai administrasi, dilantik sebagai Komisaris BLS pada Januari 2024 dengan dukungan bipartisan yang kuat di Senat. Kredensinya didukung oleh mantan komisaris BLS dan Asosiasi Statistik Amerika, yang memuji keahliannya dalam penelitian dan statistik. Pemecatan mendadak ini memicu kekhawatiran di kalangan ekonom dan pembuat kebijakan tentang integritas data ekonomi AS.

Mantan Pelaksana Tugas Menteri Tenaga Kerja Julie Su mengutuk pemecatan tersebut, menyebutnya sebagai serangan terhadap data objektif dan menuduh Trump menolak fakta yang tidak menguntungkan. Senator Partai Republik senior, Thom Tillis, juga menyatakan kekhawatiran, memperingatkan bahwa memecat ahli statistik karena data yang akurat namun tidak disukai dapat merusak kepercayaan terhadap lembaga federal. Surat dari “Friends of the Bureau of Labor Statistics,” yang ditandatangani oleh mantan komisaris, menegaskan bahwa sifat desentralisasi pengumpulan data BLS meminimalkan risiko campur tangan, menegaskan reputasi global agensi tersebut untuk keandalan.

Laporan pekerjaan, yang menyoroti pelemahan pasar tenaga kerja di tengah kebijakan perdagangan Trump yang sedang berlangsung, memicu dampak ekonomi yang lebih luas, dengan pasar saham jatuh. Indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 500 poin, dan Nasdaq anjlok lebih dari 2%. Saat pemerintahan berupaya mengatasi perlambatan ekonomi, Wakil Komisaris William Wiatrowski ditunjuk sebagai kepala sementara BLS sambil mencari pengganti permanen.

Insiden ini memicu debat lebih luas tentang independensi lembaga statistik federal, dengan para ahli memperingatkan bahwa mempolitisasi data ekonomi dapat mengikis kepercayaan publik dan menghambat pengambilan keputusan yang terinformasi oleh pelaku bisnis dan pembuat kebijakan.

Sumber artikel dan Gambar: The guardian

Tinggalkan komentar

Sedang Tren