Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek secara resmi meluncurkan 157 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (DMP/KMP) sebagai bagian dari program nasional peluncuran 80.000 koperasi desa yang digagas oleh Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto. Peluncuran nasional ini diselenggarakan secara daring,dan diikuti langsung oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari Pendopo Manggala Praja Nugraha.Senin(21/7)
Di Trenggalek sendiri, peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah dilakukan lebih awal, tepatnya pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 pada 12 Juli lalu. Dalam sambutannya kala itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atau akrab disapa Mas Ipin, berharap koperasi ini dapat menjadi instrumen penting dalam pemerataan ekonomi di tingkat desa.
“Semoga sesuai dengan harapan Pak Presiden Prabowo, di mana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bisa menjadi instrumen pemerataan ekonomi di tingkat desa,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, menyatakan bahwa seluruh proses pembentukan koperasi telah rampung.
“Alhamdulillah sampai batas akhir 31 Juni, pembentukan koperasi di Trenggalek mencapai 100 persen dan kami masuk 10 besar tercepat di Jawa Timur, tepatnya urutan ke-7,” ungkap Saniran.
Setelah akta pendirian selesai, tahapan selanjutnya adalah pengurusan izin dan penerbitan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yang menurut Saniran, seluruhnya sudah hampir tuntas. Ia menambahkan, meskipun peluncuran nasional diikuti dari Pendopo, Trenggalek telah lebih dulu meluncurkan koperasi-koperasi ini saat Hari Koperasi.
Saniran menjelaskan bahwa pada tahap awal, fokus utama adalah pada pematangan kelembagaan koperasi sebelum memulai usaha.
“Jangan sampai usaha berjalan sementara kelembagaannya belum tertata. Ini bisa berisiko,” tegasnya.
Ia juga mendorong setiap koperasi untuk segera menyusun anggaran rumah tangga, program kerja, serta rencana anggaran pendapatan dan belanja (RAPB). “Syukur bila mereka menyusun rencana kerja jangka pendek, menengah, dan panjang. Itu penting sebagai landasan operasional,” imbuhnya.
Mengenai sumber keuangan koperasi, Saniran menyebut dapat berasal dari simpanan anggota, hibah, pinjaman bank, maupun kerja sama dengan koperasi lain. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan.
Dalam peluncuran nasional yang dipusatkan di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi adalah wadah untuk memperkuat kelompok masyarakat lemah melalui prinsip gotong royong.AR





Tinggalkan komentar