TRENGGALEK – Polemik antara Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan para Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Trenggalek terkait biaya sewa tenda untuk event tahunan masih belum menemui titik terang. Para PKL bersikukuh menolak biaya sewa yang dinilai terlalu tinggi oleh event organizer (EO), sementara pemerintah daerah terus berupaya mencari jalan tengah agar acara tetap berjalan lancar dan tanpa gejolak.Minggu(20/7)

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya mencari solusi yang tidak merugikan pihak mana pun. Ia menekankan pentingnya kelancaran kegiatan tersebut, mengingat ini adalah bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.

“Kami ingin mengklarifikasi dan mencari win-win solution. Tidak ada yang merasa diuntungkan berlebihan atau dirugikan. Harapannya, kegiatan ini tetap bisa berjalan dengan lancar dan memberi manfaat kolektif untuk masyarakat,” ujar Saniran.

Saniran menjelaskan bahwa pertemuan yang digelar baru-baru ini merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya antara PKL, DPRD, dan pihak penyelenggara. Ia memahami adanya potensi perubahan pemikiran dari para pedagang pasca-audiensi.

“Kami paham, setelah beberapa hari pasca audiensi, bisa saja ada perubahan pemikiran. Jadi kami buka ruang diskusi tambahan. Beberapa PKL masih pikir-pikir, terutama soal harga sewa stand,” jelasnya.

Salah satu tuntutan PKL adalah agar pedagang yang biasa berjualan di luar area alun-alun tetap diizinkan berdagang tanpa dikenai biaya sewa. Namun, Saniran menilai hal ini perlu dikaji ulang mengingat keterbatasan ruang dan keberadaan tenda besar yang sudah terpasang.

“Kalau sudah ada tenda-tenda besar, pedagang gerobak mau di mana? Tidak mungkin kita geser tenda yang sudah didirikan. Ini harus dipikirkan bersama,” tambahnya.

Meskipun demikian, Saniran membuka peluang pemberian keringanan harga bagi PKL lokal yang dinilai benar-benar membutuhkan. Ia mengungkapkan bahwa EO penyelenggara telah bersedia memberikan potongan harga, bahkan fasilitas gratis, bagi pedagang kecil dengan daya beli terbatas.

“Kami sudah komunikasi dengan EO, nanti akan didata PKL yang ekonominya lemah dan jualannya kecil. Mereka bisa digratiskan. Tapi tentu tidak semua, karena ini menyangkut pembiayaan event yang cukup besar,” tegasnya.

Sebelumnya, sebagai bentuk keringanan, EO telah bersedia menurunkan biaya sewa tenda dari Rp3 juta menjadi Rp2,5 juta khusus untuk PKL lokal Trenggalek.

Mengingat waktu pelaksanaan event yang semakin mepet, yakni sekitar tiga pekan lagi, Saniran mendesak para PKL untuk segera mengambil keputusan.

“Saya sudah minta mereka segera tentukan sikap. Waktunya mepet. Harus segera diputuskan agar semua pihak bisa bersiap,” pungkasnya.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren