TRENGGALEK – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Trenggalek dijadwalkan mulai beroperasi pada periode kedua Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), yakni sekitar bulan Agustus 2025. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek, Christina Ambarwati.Jum’at(18/7).

“Insyaallah kita masuk dalam 100 sekolah pertama, namun pelaksanaannya masuk pada SPMB tahap kedua,” kata Christina.

Christina Ambarwati menjelaskan, lokasi sekolah rintisan yang semula direncanakan di eks Gedung BLK Disperinaker tidak memenuhi syarat teknis untuk jenjang SMA. Berdasarkan evaluasi dari Kementerian Sosial dan Presiden, kebutuhan ruang belajar, terutama laboratorium untuk SMA, tidak dapat dipenuhi pada lokasi tersebut.

“Untuk jenjang SMA, membutuhkan kurang lebih lima kelas laboratorium dan itu tidak bisa dipaksakan,” jelasnya.

Atas dasar itu, kebijakan pemerintah bergeser. Trenggalek diminta membuka dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD dan satu rombel untuk jenjang SMP.

“Penyesuaian ini mengikuti hasil rapat terbatas dengan Presiden. Jadi tahun ini kita buka dua rombel SD dan satu rombel SMP,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Christina Ambarwati, persiapan teknis masih dilakukan oleh Satuan Kerja Prasarana Strategis dari Kementerian PUPR wilayah Jawa Timur. Proses perbaikan dan pengerjaan gedung masih berlangsung.

Untuk kuota siswa, Tina menyampaikan bahwa jenjang SD akan menampung 50 siswa dengan tambahan lima siswa cadangan (waiting list). Sementara itu, SMP akan menerima 25 siswa dengan tiga cadangan. Ia juga menyebut peminat jenjang SMP sudah hampir mencapai 40 orang.

“Namun mereka kita sarankan untuk tetap sekolah di tempat asalnya terlebih dahulu. Jika belum diterima tahun ini, bisa masuk tahun ajaran berikutnya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh lembaga pendidikan, termasuk madrasah, pondok pesantren, dan panti asuhan, wajib mendukung program Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari program strategis nasional (PSN).

“Niat kita bukan mengejar pagu bantuan, tapi menyelesaikan persoalan pendidikan bagi masyarakat miskin,” ucapnya.

Untuk jenjang SMA, pelaksanaannya belum dapat dilakukan tahun ini karena keterbatasan fasilitas. Namun, Pemerintah Kabupaten menargetkan pembukaan tahun depan dengan total 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Sekolah Rakyat Trenggalek Berasrama dengan Sistem Multi Entry dan Multi Exit
Christina menambahkan, Sekolah Rakyat akan menggunakan konsep boarding school atau sekolah berasrama dengan sistem multi entry dan multi exit. Artinya, siswa bisa naik kelas tidak hanya berdasarkan tahun ajaran reguler, tetapi juga berdasarkan asesmen perkembangan individu.

“Bisa saja anak usia delapan tahun masih duduk di kelas satu, karena kita sesuaikan dengan hasil asesmen awal,” jelasnya.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren