TRENGGALEK – Isu mengenai kemunculan kasus Hantavirus dan Japanese Encephalitis (JE) yang sedang hangat diperbincangkan di tingkat nasional, turut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Trenggalek. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPKB) Trenggalek, dr. Sunarto, menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada kasus Hantavirus maupun Japanese Encephalitis yang terkonfirmasi di wilayah Trenggalek.Jum’at(11/7)
“Sampai hari ini, kami belum menerima laporan atau menemukan kasus positif Hantavirus maupun Japanese Encephalitis di Trenggalek. Kami terus memantau situasi ini dengan sangat serius,” ujar dr. Sunarto.
dr. Sunarto menambahkan, meskipun belum ada kasus, Dinkes Trenggalek tidak tinggal diam. Berbagai upaya pencegahan dan kewaspadaan telah digalakkan untuk menghalau potensi penyebaran virus ini.
“Kami melakukan kewaspadaan dan surveilans kasus secara ketat untuk memantau setiap kemungkinan. Selain itu, edukasi kebersihan lingkungan, terutama pengendalian hewan penular seperti tikus, menjadi fokus utama kami mengingat tikus adalah vektor utama Hantavirus,” jelas dr. Sunarto.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu menerapkan perilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencuci tangan secara teratur, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta memastikan lingkungan rumah bebas dari genangan air dan sarang nyamuk yang dapat menularkan Japanese Encephalitis.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan lintas sektor terkait untuk memastikan penanganan yang komprehensif jika sewaktu-waktu ditemukan kasus,” pungkas dr. Sunarto.
Dinkes Trenggalek mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak panik dan mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Apabila mengalami gejala mencurigakan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat.AR





Tinggalkan komentar