TRENGGALEK – Destinasi wisata edukatif Anjungan Cerdas Bendungan Tugu di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, telah dibuka untuk umum sejak bulan lalu. Namun, tingkat kunjungan masyarakat masih tergolong sepi, meskipun tarif masuk hanya Rp5.000.Rabu(9/7)

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Sunyoto, mengungkapkan bahwa rendahnya antusiasme pengunjung disebabkan oleh minimnya sosialisasi.

“Sebetulnya Anjungan Cerdas sudah dibuka sejak bulan lalu, tetapi tidak disertai dengan sosialisasi kepada masyarakat. Jadi masih sepi,” terang Sunyoto.

Anjungan Cerdas adalah aset milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, dan berlokasi terpisah dari Bendungan Tugu yang merupakan proyek nasional. Hal ini seringkali menimbulkan kebingungan di masyarakat yang mengira fasilitas tersebut dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

“Kami juga sempat kebingungan karena banyak yang mengira itu dikelola oleh kami. Padahal asetnya milik Pemprov Jatim,” jelas Sunyoto.

Sebagai destinasi edukatif, Anjungan Cerdas menawarkan ruang interaktif, spot foto estetik, dan panorama langsung ke bendungan dari ketinggian. Kendati demikian, belum ada kegiatan resmi dari Pemkab Trenggalek yang digelar di lokasi tersebut.

“Kemarin kami diajak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur untuk melihat Anjungan Cerdas. Mereka ingin ada kolaborasi kegiatan dari Pemkab, tapi kami belum bisa mengiyakan karena belum ada program yang cocok,” tambah Sunyoto.

Menyikapi sepinya pengunjung, Sunyoto menyarankan agar tarif masuk Rp5.000 untuk sementara waktu tidak diberlakukan. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak terbebani dan minat kunjungan dapat meningkat.

“Kalau bisa, jangan dulu ditarik tarif. Yang penting sekarang meramaikan dulu Anjungan Cerdas,” ujarnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan komunitas seniman lokal untuk mengisi kegiatan di Anjungan Cerdas, guna menarik lebih banyak pengunjung.

Selain fasilitas dan program, Sunyoto juga menekankan pentingnya faktor keamanan dalam pengelolaan destinasi wisata.

“Yang paling penting dari destinasi wisata adalah keamanan. Ini yang perlu dijaga bersama,” pungkasnya.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren