Trenggalek – Jajaran kepolisian di Kabupaten Trenggalek menunjukkan komitmennya dalam mendukung dan melestarikan adat, budaya, serta tradisi lokal yang telah mengakar di berbagai wilayah. Salah satu buktinya adalah keterlibatan aktif Polsek Panggul dalam mengamankan dan menyukseskan tradisi labuh laut di Pantai Konang, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Jumat (27/6).
Kegiatan budaya yang sarat makna ini diawali dengan arak-arakan tumpeng keliling desa yang diikuti oleh ratusan warga setempat. Kemeriahan berlanjut dengan prosesi larung sesaji menggunakan empat kapal nelayan, sebagai simbol rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada Tuhan. Rangkaian acara ditutup dengan pentas seni jaranan dan doa bersama, yang semakin memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Panggul, AKP Andi Salbi, A.Md.Kep., S.H., menuturkan bahwa kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Trenggalek, H. M. Nur Arifin, beserta kepala OPD terkait dan jajaran Forkopimca Panggul.
“Sebagai wujud dukungan, kami menerjunkan beberapa anggota Polsek Panggul untuk membantu pengamanan dan kelancaran kegiatan,” jelas AKP Andi Salbi.
Para personel kepolisian ini ditempatkan di lokasi utama prosesi adat serta disebar di beberapa titik lain yang dinilai memiliki tingkat kerawanan gangguan Kamtibmas, termasuk pengamanan rute yang dilalui arak-arakan.
“Kami memastikan semua berjalan aman dan lancar. Kehadiran Polri selayaknya bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat,” imbuhnya.
Pihak kepolisian berharap tradisi labuh laut ini dapat menjadi daya tarik wisata unggulan di Kecamatan Panggul, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, dan pada akhirnya membawa pengaruh positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dukungan aktif Polri dalam menjaga keamanan dan kelancaran acara budaya semacam ini menegaskan peran mereka sebagai bagian tak terpisahkan dari komunitas dalam melestarikan warisan leluhur.AR





Tinggalkan komentar