TRENGGALEK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat telah mulai bergulir di Kabupaten Trenggalek, dengan Karangsuko menjadi lokasi percontohan awal. Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan di Karangsuko dilakukan secara mandiri oleh pihak ketiga.Rabu(11/6)

“Yang di Karangsuko itu mandiri. Jadi, seluruh asetnya milik pihak ketiga dan pelaksanaannya juga oleh pihak ketiga,” ujar Doding.

saat menjawab pertanyaan mengenai pengawasan dan penyebaran program MBG di Trenggalek.
Menurut Doding, Karangsuko dipilih sebagai lokasi awal karena dinilai paling siap. Desa tersebut memiliki Madrasah Tsanawiyah (MTS) dengan lebih dari seribu siswa, serta jenjang pendidikan lainnya seperti SD, SMP, dan Aliyah, yang memungkinkan cakupan program lebih luas.

Tiga Skema Pelaksanaan Program MBG
Doding membeberkan bahwa Badan Gizi menggunakan tiga skema dalam pelaksanaan program MBG:

  • Skema pertama: Pelaksanaan penuh oleh Badan Gizi dengan aset yang sepenuhnya menjadi milik mereka.
  • Skema kedua: Skema semi, di mana aset milik pemerintah daerah, namun pengelolaan dilakukan oleh pusat.
  • Skema ketiga: Model mandiri, seperti yang diterapkan di Karangsuko, dengan seluruh aset dan pelaksanaan dipegang oleh pihak ketiga.

“Harapan kami, daerah lain juga bisa segera menyusul agar anak-anak didik bisa segera mendapatkan manfaat dari program ini,” imbuh Doding.

Pengawasan dan Pembangunan Dapur Umum
Terkait pengawasan, Doding memastikan bahwa proses pelaksanaan di lapangan masih berjalan sesuai ketentuan. Ia juga menginformasikan bahwa pembangunan dapur umum sedang dilakukan di berbagai kecamatan.

“Kita butuh dua sampai tiga dapur umum per kecamatan. Secara total, dibutuhkan sekitar 30-an dapur umum. Tapi memang prosesnya memerlukan waktu dan modal yang tidak sedikit,” jelasnya.

Doding menambahkan, pemilihan lokasi pelaksanaan MBG merupakan kewenangan penuh Badan Gizi. Pemerintah daerah hanya berperan dalam hal koordinasi dan memastikan kesiapan teknis di lapangan.

“Kelihatannya lokasi dipilih oleh Badan Gizi. Yang siap, itu yang langsung dieksekusi. Seperti Karangsuko karena paling siap, maka bisa lebih dulu beroperasi. Di Panggul juga sudah mulai siap, mudah-mudahan bisa segera dieksekusi,” pungkas Doding.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren