Trenggalek,– Warga Dusun Temon, Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, kini bisa bernapas lega. Wilayah mereka selangkah lagi akan terbebas dari ancaman banjir yang selama ini kerap melanda setiap musim hujan. Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas telah merencanakan pembangunan tanggul permanen, dan prosesnya kini hanya tinggal menunggu kesepakatan resmi dari para pemilik lahan.Rabu(4/6)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atau akrab disapa Mas Ipin, menjelaskan bahwa tahap administrasi untuk relokasi dan pembangunan tanggul telah memasuki finalisasi. Pembangunan tanggul dapat segera dimulai setelah warga bersedia menyerahkan sebagian lahannya untuk lokasi pembangunan.
“Informasinya, sekarang kita hanya menunggu kesediaan warga untuk menyerahkan lahannya. Jika sudah ada kesepakatan bermaterai, pembangunan tanggul bisa segera dikerjakan,” ujar Mas Ipin.
Menurut Mas Ipin, pembangunan tanggul ini sangat penting untuk mengurangi potensi banjir yang sering menggenangi permukiman warga. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir, banjir di kawasan tersebut semakin parah akibat banyaknya material sisa proyek pembangunan Bendungan Bagong yang terbawa arus dan menyumbat aliran sungai.
Mas Ipin juga menambahkan bahwa ia telah berkomunikasi langsung dengan Kepala BBWS dan Kementerian PUPR.
“Bahkan melalui Pak Menteri, mereka telah menurunkan tim kaji cepat untuk segera mengeksekusi pembangunan begitu dokumen warga rampung,” imbuhnya.
Untuk relokasi warga Dusun Temon, sebagian besar penduduk memilih untuk merelokasi ke lahan pribadi mereka, terutama karena mayoritas sudah memiliki lahan di seberang sungai. Mereka tidak menginginkan relokasi terpusat. Pemerintah daerah pun siap memfasilitasi pembangunan rumah relokasi di atas lahan pribadi tersebut.
“Jumlahnya hanya 11 rumah saja. Jika tanahnya sudah clean and clear, dan itu memang lahan mereka, kami tinggal membantu membangunkan rumahnya. Relatif lebih ringan,” jelas Mas Ipin.
Pemerintah berencana mengajukan rencana pembangunan rumah relokasi ini ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Jika tidak memungkinkan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga akan mengupayakannya melalui anggaran daerah.
Sebelumnya, Dusun Temon sering menjadi sorotan karena dampak banjir yang disertai lumpur dan batu besar yang terbawa arus sungai. Kondisi ini muncul setelah proyek Bendungan Bagong menyisakan tumpukan material di sekitar aliran sungai, yang saat hujan deras terbawa arus hingga menimbun permukiman dan lahan pertanian warga.
BBWS Brantas sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk menyiapkan sejumlah langkah teknis lanjutan guna memulihkan kawasan terdampak dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.AR





Tinggalkan komentar