TRENGGALEK – Kepala Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Sugeng Asmoro, S.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada berbagai pihak atas dukungan dan kepedulian dalam penanganan bencana tanah longsor yang melanda wilayahnya.Jum’at (30/5)

menyusul terjadinya bencana longsor pada Senin (19/5/2025) yang mengakibatkan kerusakan parah dan menelan korban jiwa.
Bencana tersebut menyebabkan longsoran di sejumlah titik di Desa Depok, berdampak pada sepuluh rumah warga. Tiga rumah di antaranya rata dengan tanah akibat tertimbun material longsor, sementara tujuh rumah lainnya mengalami kerusakan berat.

Upaya pencarian korban hilang di Dusun Kebon Agung berlangsung intensif selama beberapa hari, melibatkan tim gabungan dari BPBD, BASARNAS, TAGANA, TNI, POLRI, relawan kemanusiaan, serta partisipasi aktif warga setempat. Setelah lima hari pencarian, seluruh korban berhasil ditemukan. Empat jenazah korban yang ditemukan pertama telah dimakamkan pada Sabtu malam (24/5/2025), sehingga total korban jiwa akibat bencana ini mencapai enam orang.

Dalam pernyataannya, Kepala Desa Sugeng Asmoro secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, BPBD Provinsi dan Kabupaten, BASARNAS, TAGANA, TNI, POLRI, tim tenaga kesehatan, relawan kemanusiaan, berbagai lembaga organisasi, serta seluruh media. Ia menekankan peran aktif media dalam menyampaikan informasi yang mampu menggugah empati publik dan mendorong bantuan dari berbagai pihak.

“Saya, Kepala Desa Depok, atas nama Pemerintah Desa, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak atas dukungan, partisipasi, dan bantuannya bagi masyarakat Desa kami yang mengalami bencana tanah longsor,” ujar Sugeng Asmoro.

Sugeng mengungkapkan bahwa dukungan yang diberikan sangat berarti bagi warga terdampak. Tenaga medis dari berbagai instansi telah memberikan pelayanan kesehatan secara langsung, sementara bantuan materiil dan spiritual terus mengalir.

Bantuan tersebut telah disalurkan kepada warga, meskipun sebagian besar masih mengungsi. Pemerintah desa bersama pihak terkait saat ini tengah membahas proses relokasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Mengingat kondisi geografis wilayahnya, Sugeng mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, terutama menjelang musim hujan.

“Dusun Kebon Agung, Soko, Banaran, dan sebagian wilayah Joho masih rawan longsor. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, terutama saat musim hujan tiba. Semoga bencana ini tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Sugeng mengajak seluruh warga untuk mendoakan para korban meninggal dunia dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sekretaris Desa Depok, Agus Sujianto, menambahkan bahwa meskipun seluruh korban telah ditemukan, pemulihan infrastruktur desa masih menjadi prioritas.

“Jalan-jalan masih perlu dibersihkan agar akses antar wilayah kembali normal. Proses relokasi warga yang kehilangan tempat tinggal akan dilaksanakan setelah hasil musyawarah dan mufakat bersama seluruh pihak terkait,” pungkasnya.

Pemerintah Desa Depok berharap semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat terus terjaga dalam masa pemulihan pascabencana, serta mengharapkan sinergi berkelanjutan dari semua elemen untuk mendukung keselamatan dan kesejahteraan warga.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren