TRENGGALEK, – Pemerintah Kabupaten Trenggalek bergerak cepat menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menyiapkan lahan relokasi bagi korban tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan. Nantinya, pembangunan hunian tetap bagi para korban akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.Rabu(28/5)
Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Supriyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah dalam proses mencari lahan yang layak dan aman dari potensi bencana untuk dijadikan lokasi relokasi.

“Kami segera tindaklanjuti itu, ini masih proses untuk mencari lahan yang layak untuk menjadi tempat relokasi. Tentu harapannya yang lebih aman dari potensi bencana,” ujar Edy.

Dalam penentuan lahan relokasi, Pemkab Trenggalek akan mempertimbangkan berbagai aspek penting, termasuk keamanan dari ancaman bencana serupa, aspek sosial masyarakat, hingga aksesibilitas warga terhadap pekerjaan yang mereka jalankan sehari-hari.

“Untuk titik lokasi pastinya kami masih belum ditentukan. Kami masih mengidentifikasi bersama Kepala Desa, Pak Camat dan masyarakat, kira-kira mana yang paling tepat untuk relokasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah Trenggalek tidak memiliki aset lahan di wilayah Desa Depok. Oleh karena itu, lahan yang akan digunakan untuk relokasi kemungkinan besar merupakan aset warga yang akan dibeli oleh pemerintah.

“Kemarin sudah ada beberapa yang sudah menawarkan, tanah di sini aman dan sebagainya. Namun harus dipastikan dulu tanah itu punya siapa,” kata Edy.

Saat ini, Pemkab Trenggalek juga tengah melakukan identifikasi dan pendataan secara menyeluruh terkait jumlah warga yang perlu direlokasi ke tempat yang baru. Prioritas utama adalah warga yang rumahnya tertimbun total akibat longsor.

“Terutama yang rumahnya tertimbun itu, tidak mungkin lagi tinggal di sana dan beberapa yang lain,” imbuh Edy.

Sekda Edy Supriyanto menambahkan bahwa jika lahan relokasi telah siap, proses pembangunan hunian tetap dapat segera dilaksanakan. Seluruh biaya pembangunan akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sesuai dengan arahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

“Sesuai dawuh Bu Gubernur, akan dibantu untuk pembangunan rumahnya,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor berskala besar melanda RT 16 RW 7 Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek pada Senin (19/5/2025). Akibat kejadian tragis tersebut, 10 rumah terdampak, dengan tiga di antaranya tertimbun total. Enam warga Desa Depok juga meninggal dunia, yakni Mesinem (82), Nitin (36), Tulus (65), Yatini (50), Yatemi (65), dan Torik (2). Selain di RT 16, sejumlah titik longsor juga terpantau di lokasi lain di wilayah tersebut.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren