Trenggalek – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Trenggalek selama lebih dari tiga jam pada Sabtu (18/5/2025) petang hingga malam hari menyebabkan bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di berbagai lokasi. Akibatnya, aktivitas warga terganggu dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan.Selasa(20/5)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan bahwa curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan peningkatan signifikan pada debit air Sungai Ngasinan dan Temon. Kondisi ini memicu luapan air yang merendam sejumlah kawasan perkotaan.
“Di beberapa titik, air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter. Namun, dini hari tadi air sudah mulai surut dan saat ini masyarakat tengah berupaya melakukan pembersihan,” ujar Triadi.

Kelurahan Tamanan menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah oleh banjir. Sebagai dataran terendah di perkotaan, luapan air menggenangi ratusan rumah warga. “Sebanyak 359 kepala keluarga terdampak banjir di Kelurahan Tamanan,” ungkapnya.
Banjir juga melanda Kelurahan Kelutan, hampir merata di sejumlah Rukun Tetangga (RT). Ketinggian air mencapai 30 sentimeter dan mengganggu aktivitas sehari-hari warga setempat.
Situasi yang lebih mengkhawatirkan terjadi di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek. Dua titik tanggul Sungai Temon jebol, mengakibatkan air meluber deras ke perkampungan. Bahkan, aliran sungai dilaporkan berbelok ke arah permukiman warga.
“Sebanyak 26 kepala keluarga terdampak langsung akibat jebolnya tanggul ini. Banjir juga terpantau di beberapa titik di Kecamatan Pogalan,” jelas Triadi.
Selain banjir, hujan deras juga memicu dua kejadian tanah longsor. Longsor pertama terjadi di Dusun Mojo, Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek, dan longsor kedua menimpa dapur rumah warga bernama Samiyo di Desa Pule, Kecamatan Pule.
“Sejumlah pohon tumbang juga terjadi di wilayah Pandean, Suruh, dan Desa Ngares. Beberapa di antaranya sempat menutup akses jalan dan merusak fasilitas umum. Namun, saat ini semua pohon tumbang sudah berhasil dievakuasi dan akses jalan kembali lancar,” kata Triadi.
Mengingat intensitas curah hujan yang masih tinggi di Trenggalek dalam beberapa hari ke depan, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.AR





Tinggalkan komentar