Trenggalek, – Serikat Buruh Migran dan Informal Indonesia (SEBUMI) Kabupaten Trenggalek menggelar hearing dengan Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, S.T., S.H., M.H, hari ini. Audiensi yang diterima langsung oleh Ketua DPRD ini membahas secara mendalam mengenai pembentukan dan potensi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Trenggalek.Jum’at(16/5)

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek, perwakilan SEBUMI menyampaikan aspirasi dan harapan terkait keberadaan Kopdes Merah Putih. Mereka menekankan pentingnya keterlibatan dan perlindungan bagi para pekerja migran dan sektor informal dalam inisiatif koperasi ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, Dr. Moh. Husni Tahir Hamid, S.H., M.H., C.L.A., yang turut hadir dalam hearing, menyampaikan analisis mendalam terkait pembentukan Kopdes Merah Putih. Menurutnya, terdapat tiga skenario pembentukan koperasi ini, yaitu memberdayakan koperasi yang sudah ada namun kurang aktif, membentuk koperasi baru, atau menggabungkan keduanya.

Husni juga menyoroti potensi besar Kopdes Merah Putih dalam mengelola sumber daya desa. Namun, ia juga menyinggung adanya isu terkait sumber pendanaan koperasi, di mana terdapat indikasi dana koperasi yang berasal dari Dana Desa (DD).Ia mempertanyakan mekanisme perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk mengalokasikan anggaran tersebut.

” saya melihat ada sekitar 80.000 koperasi yang dana koperasinya diambilkan dari Dana Desa,” ungkap Husni.

Ketua komisi 1 DPRD Trenggalek saat menyampaikan pandangannya

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan bahwa inisiatif Kopdes Merah Putih ini merupakan instruksi dari Presiden. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan keberhasilan koperasi ini.

“Kalau koperasi ini dari anggota untuk anggota, maka jika terjadi masalah seperti kebangkrutan, yang bertanggung jawab adalah anggotanya,” jelas Doding.

Sementara itu, perwakilan SEBUMI, Gembong Derita Hadi, menyampaikan bahwa informasi mengenai Kopdes Merah Putih banyak diketahui melalui media sosial, terutama di kalangan generasi Z. Pihaknya ingin memahami lebih dalam mengenai konsep Kopdes dan peran pemuda di dalamnya.

“Kalau pemuda tugasnya hanya melapor atau sebagai kontrol, maka dari itu kami berdiskusi di sini agar nanti tahu,peran sebagai pemuda” ujar Gembong.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren