TRENGGALEK – Polres Trenggalek bergerak cepat mengantisipasi potensi gangguan keamanan, salah satunya dengan merangkul perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Trenggalek. Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki menggelar silaturahmi dan diskusi bersama pengurus IPSI dan perwakilan perguruan pencak silat se-Kabupaten Trenggalek.Jum’at(9/5)
Dalam pertemuan yang berlangsung di salah satu rumah makan di Trenggalek, AKBP Ridwan menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur pencak silat sebagai budaya bangsa. Ia menyoroti adanya gesekan antar perguruan di beberapa daerah akibat perbedaan dan fanatisme berlebihan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami dari Polres Trenggalek akan selalu mendukung setiap kegiatan positif dan membangun, tetapi kami juga akan bertindak tegas terhadap pelanggaran hukum demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama,” tegas AKBP Ridwan.
Kapolres juga mengimbau para tokoh perguruan untuk terus membina mental anggotanya, menanamkan toleransi, empati, dan menjunjung tinggi persatuan. Ia berharap tidak ada lagi konflik antar perguruan di Trenggalek dan mengajak untuk bersama-sama menjaga wilayah tetap damai dan aman.
Ketua IPSI Kabupaten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki, menyampaikan terima kasih atas perhatian Polres Trenggalek. Ia menyatakan bahwa IPSI Trenggalek yang membawahi 10 perguruan pencak silat telah sepakat untuk menjadi pelopor kerukunan antar perguruan, wadah berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin pencak silat menjadi sumber kebaikan dan terus berkomitmen untuk mendukung Polres Trenggalek dalam menjaga situasi kamtibmas,” ujar Sigid.
Acara silaturahmi ini dihadiri oleh ketua dan pengurus dari berbagai perguruan pencak silat di Trenggalek, termasuk PSHT, IKSPI Kera Sakti, PSNU Pagar Nusa, Perisai Diri, Persinas Asad, Tapak Suci, Porsigal, Sinar Putih Suci, dan PSHW.AR





Tinggalkan komentar