TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui implementasi program makanan bergizi gratis (MBG). Sebuah langkah inovatif tengah digagas, di mana Trenggalek ditunjuk untuk menjadi percontohan pengembangan dapur MBG berbasis sekolah. Inisiatif ini secara strategis bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus memberdayakan ekosistem pendidikan yang ada.Jum’at(2/5)
Bupati Trenggalek lewat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Trenggalek, Dr. Ratna Sulistyowati, M.Kes., menyampaikan pandangan visionernya terkait implementasi program ini. Beliau menekankan pentingnya integrasi dapur MBG ke dalam lingkungan sekolah untuk meminimalkan dampak sosial ekonomi terhadap kantin sekolah dan para pekerjanya.
“Kita di Kabupaten Trenggalek mendapatkan kepercayaan untuk menjadi percontohan dalam mengembangkan dapur makanan bergizi gratis yang berbasis di sekolah, Pertimbangan utama dari pendekatan ini adalah untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang sudah ada di sekolah. Jika seluruh penyediaan makanan dilakukan di luar sekolah melalui dapur umum, kita khawatir akan timbul dampak sosial ekonomi yang signifikan bagi kantin-kantin sekolah beserta tenaga kerjanya. Dengan dapur sekolah, kita memberdayakan sekolah sekaligus memastikan asupan gizi siswa terpenuhi.”ungkap Dr.Ratna
Lebih lanjut, Dr. Ratna Sulistyowati mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah menetapkan tiga sekolah sebagai proyek percontohan untuk inisiatif ini. Sekolah-sekolah tersebut adalah SMPN 2 Kampak, SMPN 1 Watulimo, dan SMPN 1 Munjungan. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada berbagai pertimbangan strategis untuk memastikan efektivitas dan keberhasilan implementasi program di berbagai kondisi geografis.
“Kami telah menunjuk SMPN 2 Kampak, SMPN 1 Watulimo, dan SMPN 1 Munjungan sebagai pilot project untuk pengembangan dapur MBG berbasis sekolah ini,” jelasnya. “Kami berharap, melalui uji coba di tiga sekolah ini, kita akan mendapatkan model implementasi yang efektif dan dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di Trenggalek.”Tambahnya.
Sebuah aspek penting lainnya yang ditekankan oleh Kepala Bappeda adalah komitmen untuk memanfaatkan potensi lokal. Seluruh bahan baku yang akan digunakan dalam program makanan bergizi gratis ini dipastikan akan dipasok dari dalam Kabupaten Trenggalek. Langkah ini tidak hanya menjamin kesegaran dan kualitas bahan makanan, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian daerah serta mendukung para petani dan produsen lokal.
“Kami berkomitmen penuh untuk menggunakan seluruh bahan baku yang dibutuhkan dari Trenggalek sendiri,” tegas Dr. Ratna Sulistyowati. “Ini adalah wujud dukungan kita terhadap produk lokal sekaligus memastikan bahwa program ini memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Trenggalek.”Pungkas Dr.Ratna.
Dengan pendekatan yang cermat dan berorientasi pada keberlanjutan serta pemberdayaan lokal, Trenggalek sekali lagi menunjukkan dedikasinya dalam membangun generasi penerus yang sehat dan berkualitas.AR





Tinggalkan komentar