TRENGGALEK – Memperingati Hari Buruh Internasional Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk fokus pada penciptaan lapangan kerja yang luas bagi seluruh warganya. Penegasan ini disampaikan saat beliau menghadiri kegiatan jalan sehat bersama ratusan pekerja dari berbagai sektor di pelataran Pasar Pon Trenggalek.Kamis(1/5)

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini menyampaikan bahwa agenda utama pemerintah daerah ke depan adalah “full employment agenda,” yang berarti seluruh warga Trenggalek harus memiliki kesempatan untuk bekerja.

“Kita peringati bersama para pekerja. Agenda ke depan namanya full employment agenda. Artinya, semua warga Trenggalek harus bisa kerja,” ujarnya di hadapan para peserta jalan sehat.

Lebih lanjut, Mas Ipin menjelaskan bahwa Pemkab Trenggalek tengah mempersiapkan berbagai regulasi untuk menarik investasi dan membangun keterkaitan industri (industrial linkage) dengan tujuan utama menyerap tenaga kerja, terutama dari kalangan masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah (Desil 1 dan 2).

“Kita akan matching-kan dengan industri, supaya warga Desil 1 dan 2 bisa masuk ke serapan industri. Ini upaya memutus lingkaran kemiskinan,” katanya.

Menanggapi isu Upah Minimum Kabupaten (UMK), Mas Ipin berpendapat bahwa kenaikan UMK belum tentu menjadi tolok ukur utama kesejahteraan masyarakat. Beliau mengutip penelitian Michael Tanner yang menunjukkan potensi pengurangan tenaga kerja akibat efisiensi dan otomatisasi sebagai dampak dari kenaikan UMK.

“Sekarang targetnya bukan naikkan UMK dulu, tapi pastikan ada pekerjaan dulu. Nanti pasti akan terbentuk hubungan industrial yang sehat. Kalau perusahaan untung, pasti ingin membahagiakan karyawannya,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga menunjukkan dukungan kepada para pekerja melalui berbagai program, termasuk fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan. Mas Ipin mencontohkan kemajuan ekonomi pesat di Guangzhou, Tiongkok, yang meskipun 10-15 tahun lalu memiliki UMK relatif rendah, kini jauh melampaui Indonesia.

“Yang penting sekarang bagaimana memberi insentif pada dunia usaha supaya membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, Heri Yulianto, menyampaikan bahwa peringatan Hari Buruh tahun ini mengusung tema “May Day is Collaboration Day,” yang melibatkan Pemkab, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan perwakilan pekerja.

“Pekerja adalah elemen penting dalam pembangunan. Kolaborasi ini untuk memastikan hak-hak pekerja dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren