TRENGGALEK – Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan mutu dan keamanan produk pangan siap saji, Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek menggelar kegiatan penyuluhan bertajuk “Peningkatan Keamanan Makanan Siap Saji” . Acara yang berlangsung di Gedung Bawarasa lantai 2 ini dihadiri oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai penjuru Kabupaten Trenggalek.Senin(28/4)
Inisiatif ini bertujuan untuk membekali para pelaku usaha dengan pemahaman mendalam mengenai standar keamanan pangan, implementasi praktik higienis, serta metodologi produksi makanan yang terjamin mutu dan keamanannya. Di era modern ini, produk makanan siap saji menjadi preferensi utama masyarakat, sehingga jaminan keamanan dan kualitas menjadi imperatif yang tak dapat diabaikan.
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, dr. Rina Susanti, M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan penekanan terhadap signifikansi peran UMKM dalam menjaga kesehatan publik.
“Sektor UMKM pangan tidak hanya berperan sebagai motor penggerak ekonomi daerah, melainkan juga menjadi garda terdepan dalam melindungi kesehatan konsumen. Oleh karena itu, aspek keamanan pangan selayaknya menjadi fondasi utama dalam setiap proses produksi,” tegasnya.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pencerahan dari para pakar di bidang keamanan pangan, termasuk narasumber kompeten dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya. Materi yang disajikan mencakup prinsip-prinsip esensial keamanan pangan, potensi bahaya kontaminasi mikroba dan kimiawi dalam makanan, urgensi sanitasi yang tepat, penggunaan bahan tambahan pangan sesuai regulasi, hingga praktik terbaik dalam produksi pangan olahan (Good Manufacturing Practices).
Lebih dari sekadar pemaparan teoretis, para pelaku UMKM juga berpartisipasi aktif dalam sesi praktik langsung mengenai teknik pengolahan makanan yang memenuhi standar kesehatan. Mulai dari seleksi bahan baku yang aman, metode penyimpanan yang tepat, hingga tata cara penyajian yang higienis dipraktikkan secara komprehensif.
Antusiasme peserta terlihat jelas dalam setiap tahapan pelatihan, menyadari betul nilai strategis ilmu ini dalam meningkatkan daya saing produk mereka di pasar.
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk berbagi berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan fasilitas produksi yang memenuhi standar higienitas hingga minimnya informasi mengenai penggunaan bahan tambahan pangan yang aman.
Merespons hal ini, Dinas Kesehatan menunjukkan komitmennya untuk memberikan pendampingan berkelanjutan bagi UMKM yang memerlukan asistensi teknis dalam meningkatkan standar produksi mereka.
“Komitmen kami tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan ini. Kami akan menindaklanjuti dengan program pendampingan dan fasilitasi sertifikasi bagi UMKM yang memiliki tekad kuat untuk meningkatkan kualitas produknya,” imbuh dr. Rina.
Salah seorang peserta, Sri Utami, pemilik usaha makanan “Sri Utami” dari Pasar Pon, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Selama ini, kami menjalankan produksi berdasarkan pengalaman turun-temurun. Melalui pelatihan ini, saya mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai standar kesehatan yang sesungguhnya, mulai dari proses pengolahan hingga pengemasan,” tuturnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek berharap bahwa melalui inisiatif ini, kesadaran para pelaku UMKM terhadap krusialnya keamanan pangan akan semakin meningkat, sehingga masyarakat Trenggalek dapat menikmati produk makanan siap saji yang tidak hanya menggugah selera tetapi juga aman dan menyehatkan.AR





Tinggalkan komentar