TRENGGALEK – sektor perkebunan di Kabupaten Trenggalek, khususnya terkait komoditas kelapa santan. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi SP, M.Agr, menyampaikan bahwa kapasitas perkebunan kelapa santan di wilayahnya saat ini berada dalam posisi yang aman dan memiliki potensi yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut.Rabu(9/4)

Dalam keterangannya, Imam mengungkapkan bahwa terdapat tiga kecamatan di Trenggalek yang menjadi sentra utama dan memiliki potensi besar untuk perkebunan kelapa santan. Ketiga kecamatan tersebut adalah Munjungan, Panggul, dan Watulimo.

“Untuk pohon kelapa santan di Trenggalek, kondisinya masih dalam posisi aman. Kami melihat ada potensi yang cukup besar di tiga kecamatan, yaitu Munjungan, Panggul, dan Watulimo,” ujar Imam Nurhadi.

Lebih lanjut, Imam menambahkan bahwa Trenggalek bahkan memiliki pohon kelapa induk yang berlokasi di Kecamatan Watulimo. Keberadaan kelapa induk ini menjadi aset penting dalam upaya pengembangan bibit unggul kelapa santan di wilayah tersebut.

“Keberadaan kelapa induk di Watulimo ini sangat penting. Ini bisa menjadi sumber bibit unggul yang akan kita kembangkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kelapa santan di Trenggalek,” jelasnya.

Pernyataan Kepala Dinas Pertanian ini tentu menjadi angin segar bagi para petani kelapa santan di Trenggalek. Dengan kondisi perkebunan yang aman dan potensi yang teridentifikasi di tiga kecamatan, diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pertanian dan Pangan diyakini akan terus berupaya untuk memberikan pendampingan dan dukungan kepada para petani dalam mengembangkan potensi perkebunan kelapa santan ini.

Dengan potensi yang dimiliki dan dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan Trenggalek dapat menjadi salah satu sentra penghasil kelapa santan yang signifikan di Jawa Timur, bahkan di tingkat nasional. Keberadaan kelapa induk di Watulimo menjadi modal berharga untuk mewujudkan visi tersebut.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren