Trenggalek – Guna mewujudkan situasi keamanan yang senantiasa aman dan kondusif, terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1446 H, Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek menggelar silaturahmi bersama para ketua dan pimpinan perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek.
Acara yang dikemas dalam buka puasa bersama di salah satu rumah makan di Kabupaten Trenggalek ini berlangsung gayeng dan penuh suasana keakraban.Jum’at(28/3)

Kasatintelkam Polres Trenggalek, AKP Yoyok Wijanarko, S.H., M.H., menyampaikan bahwa acara ini merupakan momentum tepat untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan perguruan silat di Kabupaten Trenggalek.

“Kami berharap dengan silaturahmi ini, kita semua dapat semakin memperkuat komitmen untuk menjadikan pencak silat sebagai alat pemersatu, bukan pemecah belah. Kami juga mengingatkan kembali bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk menjadi konflik, melainkan harus menjadi kekuatan dalam membangun persatuan,” ujarnya.

Pihaknya mengajak para ketua perguruan untuk dapat mengarahkan anggota atau civitas pencak silat agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kerukunan dan menjaga kondusifitas, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Senada, Kasubdit Kamneg Ditintelkam Polda Jawa Timur, AKBP Dr. Sarwo Waskito, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan terjadinya insiden konflik perguruan pencak silat di Kediri yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kita semua, baik dari pihak kepolisian, tokoh masyarakat, maupun para ketua perguruan silat, memiliki tanggung jawab untuk mencegah, mendeteksi, dan mengantisipasi setiap potensi konflik sejak dini,” ucapnya.

Pihaknya menambahkan, jika ada permasalahan, sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin dan jalur yang tepat, bukan dengan aksi anarkis yang hanya akan merugikan semua pihak.

“Kita jadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk membangun kebersamaan, menghentikan permusuhan, dan menjaga kedamaian,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua IPSI Kabupaten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki, S.H., M.Si., mengatakan bahwa pihaknya merasa bangga dan bersyukur atas terselenggaranya acara ini, sekaligus sebagai wadah berkumpul, berdiskusi, dan memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan di antara perguruan silat.

“Kami memandang pertemuan ini sebagai langkah responsif dan solutif terhadap berbagai kejadian yang telah terjadi di beberapa daerah. Ini adalah bukti nyata bahwa kita semua memiliki kepedulian yang sama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan antar perguruan silat di Trenggalek,” ungkapnya.

Pihaknya juga mendorong para ketua perguruan untuk bersama-sama menjaga marwah pencak silat agar tetap menjadi kebanggaan, bukan sebaliknya menjadi pemicu konflik.

Pihaknya juga berpesan kepada masing-masing ketua agar bisa menjadi pemimpin yang bijak dan lurus, memberikan teladan kepada anggotanya, serta menanamkan nilai-nilai kedamaian dalam setiap ajaran pencak silat.
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing ketua perguruan pencak silat yang hadir menyatakan komitmen untuk bersama menjaga situasi yang aman dan kondusif, serta mengimbau kepada seluruh civitas pencak silat agar tidak mudah termakan isu dan terprovokasi oleh informasi dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan yang tersebar di media sosial.

Selain itu, para ketua perguruan juga meminta agar semua anggotanya untuk menahan diri dan tidak diperkenankan melakukan aksi dalam bentuk apa pun, serta meminta agar menjaga kerukunan dan kedamaian, dan membangun marwah dan jati diri perguruan yang membawa keharmonisan dan kesejukan bagi masyarakat.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kabagops Polres Trenggalek Kompol Dwi Jatmiko, S.H., S.I.K., M.I.K., pejabat utama Polres Trenggalek, Ketua dan pengurus PSHT, PSNU Pagar Nusa, dan IKSPI Kera Sakti Cabang Trenggalek.AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren