Trenggalek – Warga Dukuh Patuk, Dusun Tanjung, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Trenggalek, menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa di bulan Ramadan ini. Mereka secara swadaya memperbaiki jalan rusak sepanjang 1,5 kilometer yang sudah 10 tahun tidak tersentuh perbaikan.Senin(10/3)
Dengan dana hasil swadaya sebesar Rp 10.450.000, warga RT 2, 3, dan 4 RW 01 bahu-membahu melakukan pengecoran jalan.
“Sudah 10 tahun jalan ini tidak pernah disentuh pemerintah. Kami sudah mengajukan permohonan berkali-kali, tapi tidak ada tindakan nyata. Akhirnya, kami memutuskan untuk bergerak sendiri,” ujar Karyanto, salah satu warga.
Kondisi jalan yang rusak parah sangat menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim hujan. Banyak warga yang menjadi korban kecelakaan akibat jalan yang berbatu dan licin.
“Kami tidak menuntut banyak, hanya ingin infrastruktur dasar seperti jalan yang layak. Semoga setelah ini, pemerintah bisa lebih peka terhadap kebutuhan warga,” harap Karyanto.
Arga, warga lainnya, menambahkan bahwa semangat gotong royong warga tetap tinggi meski sedang berpuasa. “Meski sedang puasa, warga tetap antusias. Ini bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian masih sangat kuat di antara kami. Kami berharap, dengan perbaikan ini semoga bisa bertahan lama dan memudahkan aktivitas warga,” kata Arga.
Di kesempatan yang sama Menanggapi aksi swadaya warga ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek memberikan penjelasan. Pelaksana tugas (PLt) Dinas PUPR Trenggalek Anjang Purwoko,menyampaikan lewat jaringan calular kepada tim korandigital.id bahwa, berdasarkan peta jalan yang ada, ruas jalan di Desa Ngadimulyo tersebut berstatus sebagai jalan desa.
“Berdasarkan peta jalan yang ada, ruas jalan tersebut adalah jalan desa, sehingga kewenangan perbaikan dan pemeliharaannya berada di tangan pemerintah desa,” jelasnya.AR





Tinggalkan komentar