TRENGGALEK – Wacana penggalangan donasi dari Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk PPPK dan PNS, untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Trenggalek telah memicu diskusi mendalam di kalangan pejabat daerah. Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, memberikan tanggapan yang bijaksana terkait inisiatif ini.
Doding Rahmadi menjelaskan bahwa efisiensi anggaran daerah berdampak langsung pada TPP ASN, mengingat sumber dana TPP berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang merupakan transfer pusat ke pemerintah kabupaten.
“Ada dua pilihan yang kami hadapi. Jika kita mengikuti kebijakan pusat, DAU akan dipotong, yang berimbas pada TPP. Opsi lainnya, Bupati memiliki gagasan untuk menutupi kekurangan tersebut dengan sumber dana lain,” ungkap Doding pada Jumat (7/3).
Lebih lanjut, Doding menguraikan bahwa sumber dana alternatif yang dipertimbangkan mencakup sebagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau dana bagi hasil. Namun, pemerintah daerah saat ini masih berupaya mencari solusi terbaik yang saling menguntungkan.
“Sebenarnya, porsi TPP di Trenggalek masih relatif rendah dibandingkan daerah lain, sedikit di atas Kabupaten Pacitan,” tambahnya.
mengenai donasi TPP ASN ini mencerminkan upaya Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam mencari keseimbangan antara efisiensi anggaran dan kesejahteraan ASN, sambil tetap fokus pada pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.AR





Tinggalkan komentar