Trenggalek- Dalam sebuah momen bersejarah di Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Trenggalek, Bupati Mochamad Nur Arifin menyampaikan pidato awal masa jabatan 2025-2030, menandai dimulainya era baru pemerintahan yang berfokus pada efisiensi anggaran dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Acara ini juga menjadi saksi pembacaan pidato Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang disampaikan oleh Asisten Perekonomian Sekdaprov Jatim, Joko Irianto.kamis(6/3)
“Pidato ini adalah fondasi visi misi kami, sebuah komitmen untuk perubahan SOTK yang lebih efektif, serta wujud sinergi dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ungkap Bupati Nur Arifin, atau yang akrab disapa Mas Ipin, setelah menyampaikan pidatonya.
Menyikapi arahan Presiden melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025, Mas Ipin menegaskan pentingnya efisiensi anggaran yang seimbang, mencakup belanja aparatur dan belanja publik.
“Setiap anggaran yang telah disepakati dalam Musrenbang harus diwujudkan menjadi aksi nyata, seperti pembangunan infrastruktur jalan yang berkualitas,” tegasnya.
Langkah konkret telah diambil dengan menyisir berbagai pos anggaran, termasuk dana rapat dan honorarium. Mas Ipin dan Wakil Bupati bahkan menolak pengadaan kendaraan dinas baru dan memangkas anggaran makan minum bupati. Hasilnya, Rp 49 miliar berhasil dihemat dan dialokasikan kembali ke sektor pendidikan dan kesehatan.
“Dari efisiensi ini, Rp 14 miliar kami alokasikan untuk membentuk Satgas Daya, sebuah inisiatif responsif untuk mengatasi masalah jalan berlubang,” jelas Mas Ipin.
Terkait donasi dari ASN, Mas Ipin menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. “Donasi yang diniatkan sebagai zakat akan disalurkan kepada asnaf, sementara sedekah akan diberikan kepada yang membutuhkan,” ujarnya.
Menyadari pentingnya kesejahteraan ASN, Mas Ipin berkomitmen untuk mengelola keuangan daerah secara bijak. “Dengan PAD Rp 300 miliar dan belanja pegawai Rp 1 triliun, kami akan memastikan hak dasar ASN terpenuhi tanpa mengabaikan kondisi keuangan daerah,” katanya.
Mas Ipin juga mengapresiasi kesediaan ASN untuk berbagi di tengah situasi yang menantang. “Daripada melakukan pemotongan, kami lebih menghargai kesadaran untuk berbagi sebagai bentuk empati,” pungkasnya.
Pidato awal jabatan Bupati Nur Arifin ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Trenggalek untuk melangkah maju dengan semangat efisiensi, transparansi, dan pelayanan publik yang berkualitas.AR





Tinggalkan komentar