TRENGGALEK-Kabupaten Trenggalek belum termasuk dalam daftar prioritas penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini terungkap dalam Surat Keputusan Kepala BGN Nomor 13 Tahun 2024, yang menunjuk 150 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, namun tidak mencantumkan Trenggalek.
Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tidak tinggal diam.
Mereka mengambil inisiatif untuk melakukan uji coba program MBG secara mandiri, dengan dukungan anggaran dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Uji coba ini telah dilaksanakan di beberapa lokasi, termasuk Kecamatan Suruh, Kelurahan Sumbergedong, dan SLB Kemala Bhayangkari.Rabu (26/2)
“Kita proses uji coba, masih mengandalkan bantuan (anggaran dari Baznas), kita cari polanya dulu bagaimana penyelenggaraan MBG di Kabupaten Trenggalek,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, dr. Sunarto
Sunarto menekankan pentingnya menemukan pola penyelenggaraan yang tepat, mengingat kebutuhan gizi setiap pelajar berbeda-beda. Misalnya, pelajar SD, SMP, dan SMA memiliki kebutuhan kalori yang bervariasi. Begitu pula dengan pelajar SLB yang membutuhkan perhatian khusus, seperti anak autis yang perlu menghindari makanan mengandung gluten.
Dalam uji coba ini, menu makanan yang disajikan mencakup karbohidrat, protein, sayur, dan buah, yang diharapkan dapat memenuhi sepertiga kebutuhan gizi harian pelajar.
“Kadang penyelenggaraan uji coba MBG ini tidak kita ambil sepertiga, kita buat sama (SMP-SMA) agar kalori yang didapatkan itu 700-800 per porsi, sehingga di rumah tinggal memenuhi kekurangannya,” jelasnya.
Kesiapan Menjadi Prioritas
Melalui uji coba ini, Pemkab Trenggalek berharap dapat lebih siap jika nantinya daerah mereka masuk dalam daftar prioritas program MBG dari BGN. Sunarto menegaskan bahwa jika dana dari BGN telah tersedia, mereka siap melaksanakan program tersebut sesuai dengan petunjuk teknis yang ada.
“Misal dana itu sudah turun (BGN), tentunya kita bisa melaksanakan sesuai dengan juknis yang ada,” tegasnya.
Dengan langkah proaktif ini, Pemkab Trenggalek menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas gizi pelajar, meskipun belum menjadi prioritas utama dalam program nasional.AR





Tinggalkan komentar